Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran: "Jangan Biarkan Rakyat Ditipu"

Islamic Organizations Support the Indonesian Govt to Eradicating the Food Mafia

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran: "Jangan Biarkan Rakyat Ditipu"
BPPSDMP KEMENTAN: Ajakan Mentan Amran tersebut mendapat dukungan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Zaitun Rasmin Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, yang memberi kesempatan pada Mentan memaparkan berbagai program, untuk memberantas korupsi dan mafia pangan.

 

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, untuk bersama-sama memerangi mafia pangan dan praktik penipuan yang merugikan rakyat. Pemberantasan mafia pangan merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran pada Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (23/8). Dalam forum tersebut, Mentan Amran memaparkan berbagai program pemerintah sekaligus menegaskan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberantas korupsi dan mafia yang merugikan masyarakat.

“Kami dapat dukungan untuk memajukan umat dan bangsa ini. Kami sampaikan seluruh program, memberantas korupsi, berantas mafia, Indonesia sejahtera, dan inilah perintah Bapak Presiden,” katanya.

Mentan Amran menegaskan, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan harus diikuti dengan pembenahan tata niaga pangan.

Pemerintah tidak boleh membiarkan praktik manipulasi mutu, permainan harga, hingga penyalahgunaan kewenangan yang pada akhirnya membebani masyarakat.

“Kalau kita ingin berdaulat pangan, mafia dan koruptor harus kita berantas. Kalau saya membawa kebenaran, jangan biarkan saya berjalan sendiri. Mari kita bergandengan tangan demi masa depan Republik Indonesia,” tegasnya.

Rugikan Konsumen

Pemerintah saat ini tengah membongkar berbagai praktik yang diduga merugikan konsumen. Salah satunya adalah penjualan beras dengan mutu yang tidak sesuai label maupun harga yang dibebankan kepada masyarakat.

Mentan Amran mengungkapkan adanya temuan beras dengan tingkat butir patah yang tinggi, tetapi dikemas dan dijual seolah-olah sebagai beras berkualitas premium. Beras tersebut disebut dijual hingga sekitar Rp17.000 per kilogram.

“Ini bukan sekadar menaikkan harga. Ini menipu dan mengambil hak rakyat. Barang dengan kualitas tertentu dikemas seolah-olah barang bagus, kemudian dijual jauh di atas nilai sebenarnya,” katanya.

Mentan Amran juga menyinggung temuan produk pangan yang dipasarkan dengan klaim tertentu, termasuk produk yang disebut telah difortifikasi atau memiliki kandungan vitamin, namun diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. 

Berantas Mafia

Dia menegaskan pemerintah akan terus mengusut praktik tersebut dan memproses pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Ia mengakui langkah pemberantasan mafia pangan tidak selalu mendapat respons positif dari semua pihak. Kendati demikian, pemerintah tidak akan mundur selama langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kepentingan masyarakat.

“Wajar kalau ada yang tidak senang. Yang tidak senang adalah yang punya kepentingan, yang ingin mengambil keuntungan. Tidak ada urusan. Kepentingan rakyat harus diutamakan,” katanya.

Karena itu, Mentan Amran mengajak organisasi masyarakat, khususnya organisasi Islam, untuk berada di garis depan dalam memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan mafia pangan dan korupsi.

“Organisasi Islam harus tampil terdepan, memberi contoh dan teladan. Kita harus menjadi contoh di dunia,” ujar Mentan Amran.

Ormas Islam

Wahdah Islamiyah merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pembinaan umat serta memiliki jaringan kepengurusan dan kegiatan di berbagai daerah di Indonesia. 

Muktamar V, Wahdah Islamiyah memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus perannya dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan umat dan bangsa, termasuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ajakan Mentan Amran tersebut mendapat dukungan Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Zaitun Rasmin. 

Dia menilai keberanian pemerintah memberantas praktik penipuan dan mafia pangan merupakan bagian dari tugas negara yang perlu didukung bersama.

“Luar biasa, langkah-langkah ini Pak Menteri begitu berani karena memang ini tugas negara. Tentu karena dukungan dan perintah Presiden Prabowo,” ujar KH Zaitun.

Dukungan Masyarakat

Ia menegaskan organisasi kemasyarakatan juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah karena dinilai bertujuan untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

“Kami dari ormas memberikan dukungan penuh bahwa ini demi kemaslahatan bangsa dan negara. Kami tidak ragu sedikit pun tentang hal tersebut,” katanya.

KH Zaitun berharap Mentan Amran bersama Presiden Prabowo Subianto terus mengawal agenda tersebut hingga memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Pak Menteri dan Pak Prabowo terus memimpin langkah ini sampai sejahtera, insyaallah. Seperti cita-cita beliau, ingin mewujudkan kesejahteraan di negeri tercinta ini,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan dukungan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting bagi pemerintah untuk membersihkan sektor pangan dari praktik yang merugikan rakyat. 

Kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, petani hingga masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga keberhasilan swasembada, juga memastikan manfaat pembangunan pangan benar-benar kembali kepada rakyat melalui harga yang wajar, mutu yang terjamin, serta tata niaga yang sehat dan berkeadilan. [esap/timhumas bppsdmpkementan]

 

 

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.