Peran Penyuluh, BB Pustaka Kementan Kemas Ulang Informasi Penyuluhan

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Peran Penyuluh, BB Pustaka Kementan Kemas Ulang Informasi Penyuluhan
BB PUSTAKA KEMENTAN: Para peserta pelatihan usai pembukaan pelatihan oleh Katimker Layanan Literasi dan Pengetahuan Pertanian BB Pustaka Kementan, Sigit Sayogya mewakili Kabalai Eko Nugroho D.P. yang berlangsung di Perpustakaan Daerah Pemkab Sukabumi.

 

Sukabumi, Jabar (B2B) - Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyampaikan informasi pertanian secara tepat dan menarik menjadi kebutuhan penting kegiatan penyuluhan pertanian, mendukung terwujudnya swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional.

Guna menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar ´Pelatihan Kemas Ulang Informasi bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)´ di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada Rabu ( 17/6). 

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putra mengatakan kegiatan pelatihan dirancang untuk memperkuat peran penyuluh sebagai penghubung pengetahuan dan inovasi pertanian kepada petani serta membekali PPL dengan keterampilan teknis di era digital.

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa penerapan digitalisasi dan modernisasi, menjadi faktor penting mendorong kemajuan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan efisiensi usaha tani. 

Selain itu pemanfaatan teknologi, seperti Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas dan hasil panen secara optimal.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya bagi penyuluh pertanian untuk mampu memanfaatkan serta menguasai teknologi informasi, edukasi, dan komunikasi berbasis digital. 

"Transformasi penyuluhan dari metode konvensional menuju sistem digital menjadi langkah strategis untuk mempercepat, memperluas, dan meningkatkan efektivitas penyebaran informasi kepada seluruh pelaku pembangunan pertanian," katanya.

BB Pustaka Kementan
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putra diwakili oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan Literasi dan Pengetahuan Pertanian, Sigit Sayogya mengatakan bahwa menyaring, mengolah, dan menyajikan informasi pertanian dalam kegiatan penyuluhan agar lebih relevan, menarik, dan mudah dipahami oleh petani di era digital. 

"Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan kebutuhan akan informasi yang cepat, peran penyuluh sebagai jembatan informasi menjadi sangat krusial," katanya.

Sigit Sayogya menegaskan pentingnya memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat penderasan informasi pertanian, maka pelatihan digelar untuk mendukung upaya regenerasi petani, salah satunya program Brigade Pangan.

"Teman-teman menunjukkan semangat yang luar biasa mengikuti kegiatan ini. Keberadaan perpustakaan yang sangat berguna bagi kita semua sebagai pusat penderasan informasi," katanya lagi.

Penyuluh Sukabumi
Kepala Bidang Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, Anzar Kusnandar menyambut baik dan antusias dengan pelaksanaan pelatihan ini. Pemkab Sukabumi berkomitmen penuh mendukung peningkatan kapasitas SDM di lingkungan pemerintah daerah melalui pemanfaatan fasilitas perpustakaan.

"Kegiatan yang dilakukan di perpustakaan akan kami akomodir, selama ruangan tidak digunakan, kami persilahkan. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi demi meningkatkan kualitas literasi masyarakat," katanya.

Senada hal tersebut, Penyuluh Kabupaten Korwil II, Sostenes menyoroti pentingnya pelatihan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja penyuluh dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka di lapangan. 

"Kemampuan melakukan diseminasi informasi yang efektif adalah kunci keberhasilan pendampingan program strategis Kementan," katanya.

"Kegiatan ini berisi materi yang sangat penting karena tugas kita sebagai penyuluh, melaksanakan tugas pokok dan pendampingan kepada program strategis Kementan, yang mana salah satunya adalah diseminasi,"  

Kita tidak hanya menyampaikan informasi, ungkap Sostenes, juga harus memastikan pesan tersampaikan dengan cara yang inovatif.

Agen Perubahan
Penyuluh Kabupaten Korwil II, Sostenes dalam arahannya pada 30 penyuluh yang menjadi peserta pelatihan dari total 139 penyuluh di Kabupaten Sukabumi, diingatkan agar mampu menjadi agen perubahan (agent of change). 

"Ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruangan pelatihan saja, melainkan segera ditularkan kepada rekan-rekan penyuluh lainnya yang belum berkesempatan hadir," katanya.

Sostenes mengharapkan, standar pelayanan informasi pertanian secara keseluruhan di Kabupaten Sukabumi dapat meningkat secara merata.

Pelatihan diharapkan menjadi katalisator bagi PPL untuk lebih kreatif dalam mengemas data teknis menjadi konten visual atau narasi yang menarik. 

"Dengan penguasaan literasi digital yang mumpuni, para penyuluh diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani melalui pendampingan yang berbasis data dan informasi yang akurat," ungkap Sostenes. [qonita/shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

Sukabumi of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.

--------

[B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.