Percepat Tanam Lahan CSR, Kementan Siapkan Mahasiswa dan Siswa SMK Pertanian ke Lapangan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Percepat Tanam Lahan CSR, Kementan Siapkan Mahasiswa dan Siswa SMK Pertanian ke Lapangan
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan program magang atau PKL akan diikuti oleh 486 peserta yang terdiri dari mahasiswa Polbangtan, PEPI, serta siswa SMK-PP lingkup Kementan.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Upaya mempercepat regenerasi petani dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus dilakukan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui SMK-PP Negeri Banjarbaru kembali menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 14, Sabtu (4/4/2026).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah strategis, untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Kegiatan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk petani muda dan SDM pertanian.

“Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa MAF merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas petani milenial.

“Melalui MAF, petani muda dan mahasiswa pertanian memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi dengan praktisi, serta memahami peran strategis mereka dalam sistem pangan nasional,” jelasnya.

SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan, webinar MAF juga menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap sektor pertanian, yang menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan regenerasi petani di Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, yang memaparkan materi tentang kolaborasi mahasiswa bersama Brigade Pangan dalam percepatan tanam di lahan CSR.

Ia menjelaskan bahwa program magang atau PKL akan diikuti oleh 486 peserta yang terdiri dari mahasiswa Polbangtan, PEPI, serta siswa SMK-PP lingkup Kementerian Pertanian.

Angga Tri AP menambahkan, program bertujuan mendukung swasembada pangan berkelanjutan, meningkatkan kompetensi berbasis praktik lapangan, mewujudkan link and match pendidikan vokasi dengan dunia kerja serta memperkuat regenerasi petani modern.

"Pelaksanaan magang dimulai secara bertahap sejak 4 April 2026, dengan fokus pendampingan Brigade Pangan di lokasi cetak sawah rakyat," katanya.

Kesiapan Pendampingan
Pemateri berikutnya, Budi Wijayanto, menekankan bahwa mahasiswa dan siswa memiliki peran strategis dalam percepatan tanam, antara lain sebagai edukator, fasilitator, tenaga teknis, motivator, inovator, hingga pengumpul data.

“Keterlibatan mereka sangat membantu dalam mengoptimalkan lahan baru dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan pendampingan dilakukan melalui integrasi kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, bimbingan teknis, kegiatan kokurikuler, serta pembinaan karakter.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi peserta.

“Semoga MAF ini mampu memberikan inspirasi, informasi, dan pencerahan bagi siswa, mahasiswa, penyuluh, serta seluruh peserta,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan 30 siswa untuk terlibat langsung dalam program magang di lahan CSR.

“Ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di lapangan sekaligus berkontribusi dalam program prioritas nasional,” pungkasnya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]





 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.