Perkuat Pelayanan Prima, UPT Kementan Asah Kompetensi ASN P3K
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) BBPP Lembang selama lima hari, 26 - 30 Oktober 2026.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, kegiatan pelatihan diikuti oleh 11 pegawai yang mengelola lahan praktik dan menjadi petugas pendamping kunjungan tamu di Inkubator Agribisnis.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama ketahanan pangan dan tantangan utama pembangunan pertanian saat ini, agar produktivitas dan kualitas hasil pertanian Indonesia meningkat.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa SDM adalah kunci utama peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian.
“Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi pertanian diharapkan mampu mengatasi keterbatasan akses informasi," katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori, saat membuka pelatihan menyampaikan harapannya, setiap pegawai mampu menghasilkan kinerja yang baik sesuai kemampuan masing-masing untuk mewujudkan pelayanan prima.
“Kita akan merasa bangga ketika kinerja kita bisa dirasakan orang lain dan memberi manfaat bagi orang lain," katanya.
Ahmad Dedy Syathori berpesan agar setiap pegawai bisa mengikuti aturan, norma, dan prosedur kerja yang berlaku sehingga kinerja individu mendukung kinerja instansi akan semakin optimal dalam rangka mendukung program Kementan.
Selama pelatihan, para peserta menerima materi Motivasi Berprestasi, Integritas dan Profesionalisme Petugas yang terkait Tugas dan Tanggung Jawab Petugas, Integritas dan Etika Kerja Petugas, dan Koordinasi dan Kerja sama Tim.
Peserta juga menerima materi tentang Pengelolaan Sarana dan Penerapan Teknologi Pertanian yang berkaitan dengan Pengelolaan dan Kesiapan Sarana, Penerapan Teknologi Pertanian serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Dukungan Widyaiswara
Sejumlah widyaiswara juga memberikan materi tentang Komunikasi Efektif dan Diseminasi Teknologi Pertanian mencakup Komunikasi Efektif dalam Pelayanan, Teknik Penyampaian Informasi Teknologi Pertanian, Teknik Demonstrasi Teknologi Pertanian serta Teknik Diskusi dan Penanganan Masalah.
Terakhir, peserta memperoleh materi Pengelolaan dan Pelayanan Kunjungan, tentang Pengelolaan dan Pendampingan Kunjungan, Etika Pelayanan dan Penanganan Keluhan Pengunjung serta Evaluasi Kinerja dan Perbaikan Berkelanjutan.
Suasana pelatihan tampak serius namun tetap santai dan menyenangkan. Beberapa materi dipraktikkan langsung oleh peserta seperti pada materi Teknik Penyampaian Informasi Teknologi Pertanian, peserta praktik saat mengawali kegiatan menerima kunjungan dari peserta.
Sementara itu, materi Pengelolaan dan Pendampingan Kunjungan, peserta praktik cara komunikasi efektif dan melatih kerja sama tim.
Hari terakhir, peserta secara berkelompok praktik membuat daftar tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan melakukan demonstrasi alat dan teknologi pertanian.
Testimoni Pegawai
Di akhir pelatihan, Jumat (30/10), salah satu peserta, Yayat Ruhiyat menyampaikan kesannya mengikuti pelatihan.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi peserta pelatihan peningkatan kapasitas ini. Selain meningkatkan kompetensi teknis dan kepercayaan diri," katanya.
Kegiatan pelatihan juga mempererat kebersamaan serta kolaborasi ketika kita dikunjungi oleh peserta pelatihan atau pengunjung yang datang ke BBPP Lembang untuk belajar pertanian. [chetty/afriski/dary/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
