Pelatihan Pupuk Organik Sidrap & Enrekang, Kementan Dorong Regenerasi Petani

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pelatihan Pupuk Organik Sidrap & Enrekang, Kementan Dorong Regenerasi Petani
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, pelatihan di P4S Sikamapase dan P4S Laskar Pelangi memberi kesempatan bagi peserta belajar melalui pengalaman langsung serta menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman dan praktik pertanian antarpelaku usaha tani.

 

Sidrap, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat regenerasi petani melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan generasi muda di sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pemuda Tani (Pupuk Organik) yang digelar serentak di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan pelatihan diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan di Kabupaten Gowa, Sulsel selama tiga hari, 16 - 18 September 2026.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, pelatihan di Sidrap dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sikamapase, sedangkan di Enrekang berlangsung di P4S Laskar Pelangi. Peserta berasal dari kalangan pemuda tani dan petani di masing-masing wilayah.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian.

“Petani harus terus meningkatkan ilmu dan keterampilannya. Kita ingin melahirkan petani-petani yang maju, mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Hal senada dikemukakan Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani merupakan bagian penting dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan. 

Pengalaman petani perlu diperkuat dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan usaha tani. 

“Peningkatan kapasitas petani harus dilakukan berkelanjutan. Melalui pelatihan, kita membekali petani dengan ilmu dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan, sehingga mereka semakin kompeten dan mampu mengembangkan usaha taninya,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, pelatihan menjadi bagian dari upaya Kementan menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. 

"Pemuda tani tidak hanya dibekali keterampilan teknis, juga didorong melihat pertanian sebagai sektor usaha yang memiliki peluang ekonomi dan nilai tambah," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, kata Jamaluddin Al Afgani, peserta mempelajari berbagai aspek pupuk organik mulai dari manfaat, pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga teknik aplikasinya pada tanaman. 

"Pembelajaran dilakukan melalui kombinasi teori dan praktik agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu membuat dan mengaplikasikan pupuk organik secara langsung," ungkapnya lagi.

Bahan Organik
Jamaluddin Al Afgani mengatakan keterampilan tersebut diharapkan mendorong pemuda tani memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar secara optimal. 

"Selain mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan, pemanfaatan sumber daya lokal juga dapat meningkatkan efisiensi usaha tani," katanya lagi.

Pelaksanaan pelatihan di P4S Sikamapase dan P4S Laskar Pelangi memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung. 

"Sebagai pusat pembelajaran petani, P4S menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik pertanian antarpelaku usaha tani," ungkapnya. 

Pendekatan Praktik
Jamaluddin Al Afgani mengatakan, selama tiga hari, peserta didorong aktif mengikuti seluruh tahapan pembelajaran. Pendekatan praktik diharapkan membantu peserta menguasai keterampilan yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan usaha tani di wilayah masing-masing.

Selain membekali keterampilan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda tani. 

"Pengetahuan tentang pupuk organik diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha melalui pemanfaatan bahan baku lokal maupun penciptaan produk pertanian bernilai tambah," katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, selaku UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP Kementan, BBPP Batangkaluku terus mendukung program regenerasi petani melalui pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan. 

Penguatan kompetensi SDM menjadi fondasi penting mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern dan berdaya saing dari pelatihan di Sidrap dan Enrekang, Kementan berharap semakin banyak generasi muda memiliki pengetahuan dan keterampilan bidang pertanian serta mampu mengembangkannya dalam usaha tani. 

"Kehadiran pemuda tani yang kompeten diharapkan memperkuat regenerasi petani sekaligus mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan nasional," ungkap Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Sidrap of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.