Audit Eksternal SMAP & SMM, Upaya UPT Kementan di Gowa Sulsel Jaga Integritas

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Audit Eksternal SMAP & SMM, Upaya UPT Kementan di Gowa Sulsel Jaga Integritas
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani bersama Auditor dari Garuda Sertifikasi Indonesia [tengah] didampingi Kabag Umum, Rosdiana [ke-5 kiri] usai close meeting pelaksanaan Audit SMAP dan SMM.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melaksanakan ´Audit Eksternal SNI ISO 37001:2025 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu (SMM)´ oleh Garuda Sertifikasi Indonesia, Kamis (3/9) pada UPT Pelatihan Kementan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan Audit SMAP dan SMM yang berlangsung secara hybrid tersebut merupakan bagian dari upaya BBPP Batangkaluku memastikan penerapan sistem manajemen berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kegiatan Audit SMAP dan SMM sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang meminta jajaran kerjanya lingkup Kementan untuk memerangi tindak pidana korupsi sampai ke akar-akarnya, karena saat ini fokus pada capaian swasembada.

"Jangan ada yang main-main. Saat ini masyarakat bisa melaporkan baik melalui aplikasi maupun tatap muka dengan saya. Yang melapor nanti akan dapat hadiah berupa bibit sampai traktor," katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan harapannya agar seluruh ASN dapat menerapkan nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Jaga reputasi institusi dan berperan aktif mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel," katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan Audit SMAP dan SMM bertujuan mendorong penguatan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, berintegritas dan berorientasi bagi peningkatan kualitas pelayanan.

“Tentu hasil audit ini menjadi salah satu pijakan bagi kita untuk terus melakukan perbaikan kinerja," katanya pada closing meeting Kamis (3/9).

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, hasil Audit SMAP dan SMM dapat menjadi perbaikan kinerja, sekaligus memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai ketentuan ISO dan SOP yang telah disusun.

"Penerapan ISO tidak hanya sebatas pemenuhan terhadap standar, tetapi benar-benar menjadi landasan membangun tata kelola organisasi yang semakin baik, efektif, transparan dan akuntabel," ungkapnya lagi.

Penerapan ISO

Jamaluddin Al Afgani mengatakan, sebelum pelaksanaan audit, dilakukan rapat pembukaan untuk memberikan gambaran teknis kegiatan audit seperti ruang lingkup sertifikasi, metode dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan audit berdasarkan sampel.

Hasil kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 2 - 3 September 2026, dapat melihat sejauh mana sistem yang telah dibangun, berjalan konsisten, sekaligus mengidentifikasi ruang-ruang yang masih perlu diperbaiki. 

"Karena itu, setiap rekomendasi dan temuan dari proses audit akan menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan," ungkap Jamaluddin Al Afgani.

Dengan demikian, penerapan ISO dapat memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan, efektivitas kerja, serta kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap BBPP Batangkaluku. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.