Layanan Publik, Pustaka Kementan Siapkan Sertifikasi Manajemen Mutu ISO 9001:2015
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kota Bogor, Jabar (B2B) - Komitmen untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas terus diperkuat Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Pertanian RI (Kementan).
Kepala BB Pustaka Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan dalam upaya perbaikan berkelanjutan, pihaknya mempersiapkan ´Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu´ (SMM) ISO 9001:2015 melalui Audit Sertifikasi selama dua hari, 8 - 9 Juni 2026.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pelaksanaan surveillance audit ISO memiliki peran strategis, memastikan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan dapat berjalan secara konsisten, efektif, serta terus berkelanjutan.
"Audit juga menjadi sarana evaluasi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan serta kinerja organisasi secara berkesinambungan," katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Surveillance Audit ISO merupakan langkah penting, untuk memastikan penerapan sistem manajemen mutu di lingkungan BPPSDMP Kementan tetap terlaksana secara konsisten, efektif dan berkelanjutan.
"Melalui audit tersebut, organisasi dapat terus menjaga standar mutu sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan dalam setiap proses kerja," katanya.
BB Pustaka
Kegiatan audit Sertifikasi ISO dihadiri oleh Kepala BB Pustaka Eko Nugroho Dharmo Putro, Tim Manajemen Mutu BB Pustaka dan tim auditor sertifikasi ISO.
Kehadiran Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho D.P. menunjukkan komitmen manajemen puncak dalam mendukung penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 di lingkungan BB Pustaka.
Dalam arahannya Eko Nugroho mengungkapkan bahwa saat ini BB Pustaka kembali menerapkan ISO setelah vakum satu dekade.
"BB Pustaka merupakan unit layanan yang seharusnya menjaga mutu layanan yang terstandar sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat bisa terlayani dengan baik," katanya.
Manajemen Mutu
Eko Nugroho mengatakan, audit bertujuan untuk menilai kesesuaian sistem manajemen mutu yang diterapkan, sekaligus memastikan bahwa seluruh layanan yang diberikan kepada pengguna telah memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.
“Melalui penerapan ISO 9001:2015, BB Pustaka berupaya meningkatkan efektivitas proses kerja, konsistensi pelayanan, serta kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan," katanya.
Selama proses audit, tim auditor melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen, prosedur operasional standar (SOP), serta bukti-bukti implementasi yang telah dipersiapkan oleh BB Pustaka.
Selain menelaah dokumen, ungkap Eko Nugroho, auditor juga melakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan layanan perpustakaan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.
Aplikasi Via Syst
Hari kedua, kegiatan audit ditutup oleh Ketua Tim Auditor, Bambang Yudi Susanto yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur di BB Pustaka yang telah mendukung kelancaran kegiatan audit, mulai dari pimpinan puncak hingga seluruh anggota Tim Manajemen Mutu BB Pustaka.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh elemen BB Pustaka sehingga proses audit dapat berjalan dengan baik dan efektif,” katanya.
Berdasarkan hasil audit, tim auditor memberikan rekomendasi melalui aplikasi Via Syst yang menyatakan bahwa organisasi direkomendasikan untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015.
"Apabila masih terdapat ketidaksesuaian, keputusan penerbitan, pemeliharaan, atau pembaruan sertifikat akan dilakukan setelah seluruh tindakan perbaikan dinyatakan memadai," kata Bambang Yudi.
ISO 9001:2015.
Berdasarkan hasil audit, penerapan manajemen di BB pustaka berjalan efektif sehingga direkomendasi mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2015.
Menanggapi hasil audit tersebut, Plh Kepala BB Pustaka, Widaryono menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan oleh tim auditor.
Menurutnya, seluruh rekomendasi perbaikan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja organisasi.
“Kami mengapresiasi seluruh masukan yang diberikan oleh tim auditor. Setiap ketidaksesuaian yang ditemukan akan segera kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Widaryono.
Melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, BB Pustaka berharap dapat terus menghadirkan layanan perpustakaan dan literasi pertanian yang profesional, efektif, transparan, serta berorientasi pada kepuasan pengguna.
Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BB Pustaka dalam mendukung reforpmasi birokrasi dan peningkatan manajemen mutu, untuk pelayanan publik yang lebih baik. [ibrahim/shinta/timhumas bbpustaka]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
