Media Canva, Kementan Dukung PPL Kemas Ulang Informasi Penyuluhan jadi Menarik
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Di tengah derasnya arus informasi, Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan pada kegiatan ´Kemas Ulang Informasi´ menjadi infografis menarik gunakan aplikasi Canva.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan kegiatan ´Kemas Ulang Informasi´ berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah XII Kabupaten Bogor pada Rabu (8/4).
Tujuannya, mendorong dan mendukung penyuluh menjadi ´agen diseminasi´ yang mampu menyajikan informasi lebih relevan, mudah dipahami dan tepat sasaran bagi petani.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi para penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang selama ini telah menjadi ujung tombak pencapaian kedaulatan pangan nasional.
"Dedikasi para penyuluh telah membuahkan hasil. Hal ini terbukti dari peningkatan stok beras yang terjadi saat ini," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya optimalisasi peran penyuluh dalam percepatan swasembada pangan sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025.
Dia menekankan perlunya komitmen bersama di lingkungan Kementerian Pertanian agar berjalan searah dan terpadu.
“Peran penyuluh sangat vital, sehingga penguatan komitmen diperlukan agar tetap satu irama dan satu komando,” ujarnya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan tim dari BB Pustaka mengawali pelatihan dengan edukasi akses sumber informasi pertanian.
"Peserta diajak memahami jenis sumber informasi yang kredibel dan terpercaya yang dapat digunakan, praktik akses informasi pertanian via Repositori Pertanian turut diajarkan kepada peserta," katanya.
Repositori Pertanian, ungkap Eko Nugroho, menjadi salah satu sumber informasi kredibel yang lengkap dan mudah diakses oleh penyuluh dan masyarakat.
"Informasi yang terdapat dalam koleksi digital repositori pertanian dapat dimanfaatkan untuk diseminasi, kumpulan informasi dapat di sintesis dan olah kembali dengan parafrase," katanya.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kabupaten Bogor, Hikmah Adnin liyyin, dalam sambutannya disampaikan bahwa penyuluh kini memiliki tanggungan kerja berupa pelaporan diseminasi, sehingga pelatihan sangat berguna untuk menambah pengetahuan penyuluh Bogor.
"Kedepan, ilmu mengenai diseminasi diharapkan tidak hanya berhenti pada penyuluh tapi juga bermanfaat untuk masyarakat tani sekitar," katanya.
Kemasan Infomasi
Setelah memahami akses dan pengelolaan informasi, peserta langsung praktik mengemasnya menjadi infografis menarik menggunakan Canva.
Dengan kemudahan akses berbasis online di desktop maupun mobile, penyuluh dapat berkreasi kapan saja. Di akhir sesi, hasil karya ditampilkan untuk evaluasi dan pembelajaran bersama.
Sumber daya informasi pertanian dari Kementan telah lama dihimpun sebagai perpustakaan pertanian, BB Pustaka menjadi mitra kerja penyuluh dalam penyediaan informasi pertanian terkini.
Penyuluh dan Perpustakaan
Ragam informasi pertanian seperti varietas unggul, pengendalian hama penyakit, akses pemodalan, hingga update teknologi terbaru disebarluaskan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta adopsi teknologi tepat guna pada petani dan masyarakat tani.
Sinergi penyuluh dan perpustakaan dalam diseminasi diwujudkan dalam kegiatan yang menjadi ajang knowledge sharing bersama penyuluh di Kecamatan Jonggol dan Cariu Kabupaten Bogor.
Selain penyuluh, terdapat pula petugas POPT dan petani milenial setempat yang mengikuti kegiatan.
Agen Diseminasi
Melalui sinergi ini, penyuluh diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai agen diseminasi pertanian.
Penyebaran informasi dalam kegiatan penyuluhan dapat diperkuat dengan kualitas dan kemasan yang mudah dipahami.
Kemas ulang informasi menjadi keterampilan yang perlu dipahami penyuluh untuk meramu dan menghadirkan materi-materi pertanian menarik yang dapat mendorong adopsi teknologi dan meningkatkan kapasitas petani yang lebih maju, mandiri, modern dan berkelanjutan. [ayu/shinta/timhumas bbpustaka]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
