Pacu Produksi Beras Sultra, UPT Kementan Latih 198 Pengelola Brigade Pangan

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pacu Produksi Beras Sultra, UPT Kementan Latih 198 Pengelola Brigade Pangan
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra mengatakan kegiatan pelatihan diisi diskusi interaktif untuk identifikasi tantangan lapangan dan merumuskan strategi pengelolaan yang efektif berorientasi pada pengembangan usaha.

 

Kendari, Sultra (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat kapasitasSDM pertanian di seluruh Indonesia, sebagai langkah strategis mempercepat terwujudnya Swasembada Pangan nasional. 

Upaya tersebut ditempuh oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku yang menggelar ´Pelatihan Manajerial bagi Pengelola Brigade Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara´ berlangsung tiga hari, 15 - 17 Juli 2026 di Kendari, yang diikuti oleh 198 peserta dari 33 Brigade Pangan.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra mengatakan pelatihan dilaksanakan dalam 13 angkatan yang tersebar pada lima kabupaten yakni Bombana 2 angkatan, Kolaka Timur (4), Konawe (4), Konawe Selatan (2) dan Konawe Utara (1).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan bagian penting dari strategi Kementan, memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi pertanian modern dan keterlibatan generasi muda.

"Kami ingin Brigade Pangan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa Brigade Pangan harus mampu bertransformasi menjadi kelembagaan profesional dan mandiri.

"Setelah memperoleh dukungan awal dari pemerintah, Brigade Pangan harus mampu berkembang secara mandiri melalui perencanaan usaha profesional dan berkelanjutan," katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Sultra mengatakan,

peserta ´Pelatihan Manajerial bagi Pengelola Brigade Pangan Sultra´ dibekali materi tentang kelembagaan Brigade Pangan, kewirausahaan, manajemen alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan serta pengelolaan keuangan. 

"Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif untuk identifikasi tantangan di lapangan dan merumuskan strategi pengelolaan brigade yang lebih efektif serta berorientasi pada pengembangan usaha," katanya.

Jamaluddin Al Afgani berharap pelatihan semakin memperkuat sinergi antara pengelola Brigade Pangan, penyuluh dan pendamping lapangan.

"Melalui pelatihan diharapkan kegiatan koordinasi, baik secara teknis maupun manajerial, semakin kuat sehingga kualitas pengelolaan Brigade Pangan terus meningkat," katanya.

Testimoni Peserta

Salah seorang peserta, Ayu Nurwanti, Pengelola Brigade Pangan Tawa Oputu Jaya di Kabupaten Konawe Selatan, mengaku pelatihan memberikan banyak pengetahuan yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

"Materi yang kami terima sangat sesuai dengan kebutuhan kami. Ini menjadi bekal untuk mengembangkan Brigade Pangan agar lebih profesional, mandiri dan mampu meningkatkan produktivitas usaha tani," katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, Kementan berharap Brigade Pangan tidak hanya menjadi penggerak mekanisasi pertanian di daerah, juga berkembang sebagai kelembagaan ekonomi yang tangguh, profesional, dan berkelanjutan mendukung percepatan swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

 

 

Kendari of Southeast Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.