Jalur Prestasi SNBP 2026, 13 Siswa SMK-PP Kementan Tembus PTN Favorit

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Jalur Prestasi SNBP 2026, 13 Siswa SMK-PP Kementan Tembus PTN Favorit
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan berdasarkan Hasil Pengumuman SNBP pada 31 Maret 2026, dari 13 siswa/i yang lolos, 11 orang diterima di Unlam Banjarmasin dan dua lainnya di Politeknik Negeri Tanah Laut.

 

Kota Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan jagat pendidikan vokasi pertanian lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan). Sebanyak 13 siswa/i SMK-PP Negeri (SMKPPN) Banjarbaru berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan diterima pada sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan bahwa berdasarkan Hasil Pengumuman SNBP pada 31 Maret 2026, dari 13 siswa yang lolos, 11 orang diterima di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin dan dua orang lainnya di Politeknik Negeri Tanah Laut.

Capaian SMKPPN Banjarbaru sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda. 

Mentan Amran mendorong percepatan regenerasi petani agar sektor ini semakin maju, mandiri, dan modern.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebut lulusan vokasi Kementan memiliki daya saing tinggi dan siap menjadi petani milenial yang profesional.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kementan mencetak generasi muda pertanian yang unggul melalui pendidikan vokasi di bawah binaan BPPSDMP Kementan.

Diamenambahkan nama-nama siswa yang berhasil lolos antara lain Khaufi Azahra Naila, Rizki Ahmad Pradipta, Yusmita Rahayu, Nayla Izzatul Mubarokah, Naodya, Lutfia Zuraidah, Muhammad Zainur Royyan, Fatnur Fa’i, Nadia Nor Syifa, Kirana Larasati, dan Muhammad Farel.

Angga Tri AP menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut, yang menunjukkan lulusan SMK-PPN Banjarbaru tidak hanya siap kerja, juga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Hal itu bukti bahwa pendidikan vokasi Kementan mampu mencetak lulusan berkualitas, baik sebagai job seeker maupun job creator,” katanya.

Ucapan selamat juga mengalir dari para guru, tenaga pendidik, alumni, hingga siswa lainnya yang turut meramaikan kebahagiaan tersebut melalui media sosial resmi sekolah.

"Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengambil peran memajukan sektor pertanian Indonesia," kata Angga Tri AP.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan kunci utama pembangunan pertanian berkelanjutan. [Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Banjarbaru City of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.