KostraTani, Manajemen Gerakan Pembangunan Pertanian di Kecamatan

Indonesian Agriculture will be Connected with IT through the KostraTani

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


KostraTani, Manajemen Gerakan Pembangunan Pertanian di Kecamatan
PUSAT & DAERAH: KostraTani bertujuan meningkatkan kerjasama pemerintah pusat dan daerah melalui Kostrada di tingkat kabupaten dan Kostrawil di tingkat provinsi di bawah kendali KostraTanas di Jakarta [Infografis: Pusluhtan BPPSDMP]

Jakarta [B2B] - Sektor lain boleh tertunda bahkan stop lantaran pandemi Covid-19, sektor pertanian jalan terus untuk memproduksi pangan karena 267 juta jiwa setiap hari harus makan. Kementerian Pertanian RI koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah daerah melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat kecamatan sebagai locust pembangunan pertanian

"KostraTani didukung agriculture war room disingkat AWR akan mendukung koordinasi dan sinkronisasi pusat  dengan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan melalui BPP atau balai penyuluhan pertanian," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada focus group discussion [FGD] virtual bertajuk Ngobrol Asyik Penyuluhan [Ngobras] di Jakarta dengan para penyuluh dari sejumlah daerah, Selasa [23/6].

KostraTani dan AWR, katanya mengutip instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, adalah infrastruktur utama pengelolaan pertanian di era industrialisasi 4.0 pendekatan teknologi informasi [IT]. Kemampuan transfer data lewat jaringan internet tanpa interaksi dari manusia ke manusia atau manusia ke perangkat komputer dengan Internet of Things [IoT] dan kecerdasan buatan [artificial intelligence] adalah mutlak di era 4.0, seperti dilakukan pada Ngobras edisi ketiga sebagai rapat koordinasi online.

"KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi digunakan untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk menyatukan para petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia dengan Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat pusat dan daerah," katanya didampingi Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah dan Kepala Pusluhtan BPPSDMP Leli Nuryati.

Dia menambahkan bahwa pengembangan KostraTani juga bertujuan meningkatkan kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui Kostrada di tingkat kabupaten dan Kostrawil di tingkat provinsi di bawah kendali KostraTanas di Jakarta.

Menurut Dedi, KostraTani menjalankan lima peran utama: pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Koordinator Penyuluhan Pertanian Banyuwangi, Pongky melalui video conference Ngobras dari Banyuwangi menyatakan dukungan pada KostraTani, yang sejalan dengan pembangunan pertanian Banyuwangi.

"Pemkab Banyuwangi mengoptimalkan peran BPP seperti halnya KostraTani plus sebagai Klinik Petani dan Pusat Kemitraan. Tujuannya mencari solusi masalah di lapangan dan menggandeng mitra untuk petani dengan berbagai pihak terkait, realisasinya adalah pengembangan BPP sebagai destinasi wisata," kata Pongky.

KostraTani berada di tingkat kecamatan sebagai pelaksana utama program strategis Kementan. "Pelaksanaannya bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui Kostrada di tingkat kabupaten dan Kostrawil di provinsi di bawah kendali KostraTanas di tingkat pusat yakni Kementan di Jakarta," katanya pada kegiatan Ngobras Penyuluhan yang dihadiri Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan, I Wayan Ediana.

Dia mengingatkan bahwa KostraTani bukan semata-mata tanggung jawab penyuluh pertanian, namun harus didukung dan dilaksanakan 16 fungsional di BPP seperti diinstruksikan Mentan Syahrul.

"KostraTani memang berpusat di BPP tapi yang bekerja dan bertanggung jawab bukan hanya penyuluh pertanian. Bisa pingsan dia. Kalau semua dibebankan padanya. Penyuluh memang fungsional utama di BPP, tapi tidak berarti semua hal bisa dia tangani," katanya pada kegiatan yang turut dihadiri Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan, I Wayan Ediana.

Terkait pandemi Covid-19, Dedi Nursyamsi menyerukan agar wabah Corona jangan sampai menghalangi kinerja penyuluh pertanian selaku garda terdepan pembangunan sektor pertanian, maka patuhi Protokol Kesehatan.

"Kementan mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di tengah pandemi Covid-19. Kalau sehat kita bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Bisa mendampingi petani genjot produksi,"  kata Dedi pada Ngobras edisi III dipandu Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan - Pusluhtan, Septalina Pradini selaku host. [Liene]

Jakarta [B2B] - The Indonesian Agriculture Ministry to disseminate the development of agricultural extension centers at the sub-district level [BPP] into the center of Indonesian agricultural development [KostraTani] across the country, according to senior official of the ministry, according to the Agriculture Minister Syahrul Yasin Limpo.