Mama Papua di Mimika Kembangkan KRPL Tangkal Dampak Covid-19

Indonesian Agriculture Anticipate Covid-19 by Weaker Health Systems

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Mama Papua di Mimika Kembangkan KRPL Tangkal Dampak Covid-19
Penyuluh Juharti Marsiman mengakui semangat pantang menyerah mama-mama Papua di KWT Kuncup yang giat bertani, apalagi di tengah pandemi Covid-19 [Foto: Humas Pusluhtan]

Mimika, Papua - Sekitar 23 mama Papua di Kampung Nawaripi, Distrik Wania memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong untuk budidaya tanaman lokal seperti keladi, petatas, kacang tanah dan aneka sayuran. Tujuannya antisipasi ketersediaan pangan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua tengah pandemi Covid-19.

Mereka bergabung pada KWT Kuncup yang merupakan kelompok wanita tani [KWT] binaan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan [PTPHP] Mimika sejak 2018 untuk mengembangkan kegiatan kawasan rumah pangan lestari [KRPL] didampingi Juharti Marsiman, penyuluh THL-TBPP di Kabupaten Mimika.

Ketua KWT Kuncup, Maria Minung mengatakan kehadiran penyuluh pertanian sangat mendukung budidaya tanaman lokal lebih baik. Mulai olah tanah, olah tanam, menanam, memelihara hingga panen dan pasca panen untuk dikonsumsi maupun dijual ke pasar.

"Kami senang sekali ada penyuluh yang mendampingi. Tanaman lebih baik dan hasil panen pun bagus untuk dimakan atau dijual," kata Maria Minung.

Penyuluh Juharti Marsiman mengakui semangat pantang menyerah mama-mama Papua di KWT Kuncup yang giat bertani, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Mereka mengatur jadwal dengan baik untuk memelihara tanaman dan berjualan ke pasar.

"Saya pun makin semangat mendampingi KWT Kuncup, terkadang saya pulang malam karena senang berada di tengah mereka," katanya.

Penyuluh pertanian pusat di Kementerian Pertanian RI, Siti Nurjanah selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Papua menyatakan hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang mendorong setiap rumah tangga mengembangkan KRPL di pekarangan rumah.

"Setiap rumah tangga dapat mengakses pangan secara mudah dan murah dari aset pribadi di pekarangan rumah. Kelebihan hasil produksi dapat dijual kepada tetangga atau dijual kepada pedagang di pasar tradisional," kata Mentan.

Sementara Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi mengingatkan petani dan penyuluh untuk mematuhi Protokol Kesehatan. "Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan sering cuci tangan pakai sabun untuk menangkal Corona."

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP] Leli Nuryati mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani di lapangan.

"Pangan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah krisis Covid-19," kata Leli Nuryati. [Liene]

Mimika of Papua [B2B] - Indonesia´s Agriculture Ministry is in intensive care after testing positive for the novel coronavirus, as civil servants in head office and across the country were ordered to close over the health threat. The World Health Organization has said it is particularly concerned about high-risk nations with weaker health systems, which who may lack the facilities to identify cases.