Kelompok Tani Tanam Bawang Merah Penuhi Kebutuhan Lhokseumawe

Indonesia`s Aceh Seeks to Meet the Needs of Shallots for the Region

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kelompok Tani Tanam Bawang Merah Penuhi Kebutuhan Lhokseumawe
Koordinator Penyuluh Pemkot Lhokseumawe, Andria Afrida mengapresiasi kinerja Poktan Udep Beusaree menjadi pionir bawang merah di Lhokseumawe meski menghadapi banyak tantangan [Foto: Humas Pusluhtan]

Lhokseumawe, Aceh [B2B] - Petani sejati berupaya memenuhi kebutuhan keluarga kemudian tanah kelahirannya. Begitu pula kelompok tani [Poktan] Udep Beusaree di Desa Paya Punteut, Kecamatan Muara Dua menargetkan hasil panen budidaya bawang merah untuk menyuplai kebutuhan bawang merah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Kendati luas lahan barulah satu hektar, kegiatan panen dari pionir bawang merah di Kota Lhokseumawe, belum lama ini, disambut baik oleh pemerintah kota [Pemkot] atas kehadiran sejumlah pejabat di antaranya Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan, Mohammad Rizal; Kabid Penyuluhan, Jamaluddin Ismail; Kabid Pertanian, Safarinur dan Koordinator BPP Muara Dua, Andria Afrida.

"Kami menanam bawang merah seluas satu hektar, baru panen setengah hektar. Produktifitas 7,5 ton per hektar. Bibit bawang merah yang ditanam berasal dari Brebes," kata Ketua Poktan Udep Beusaree, Saiful Rahman usai panen pada lahan di Desa Paya Punteut dan Paloh Batee.

Dia mengakui, cuaca ekstrim sempat mengganggu budidaya bawang merah pada awal tanam, sementara kegiatan budidaya dilakukan sejak Februari dan panen perdana pada penghujung April 2020.

Koordinator Penyuluh Pemkot Lhokseumawe, Andria Afrida mengapresiasi kinerja Poktan Udep Beusaree menjadi pionir bawang merah di Lhokseumawe meski menghadapi banyak tantangan, namun tetap gigih untuk mencapai kemandirian pangan khususnya bawang merah.

Penyuluh pusat di Kementerian Pertanian RI, Sumardi selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Aceh mengingatkan imbauan  Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo agar petani dan penyuluh tetap ke lapangan dengan mematuhi Protokol Kesehatan untuk menangkal virus Corona.

"Lahan pertanian umumnya di zona hijau. Limpahan sinar matahari diyakini membuat virus Corona tidak berkutik. Asalkan jaga jarak, hindari kerumunan dan rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir," pesan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi melalui AWR KostraTani. [Liene]

Lhokseumawe of Aceh [B2B] - Indonesian government through the agriculture ministry has developed shallots production centers in West Sumatera province as the buffer zone in western Indonesia for improve welfare of farmers and the anticipation of the supply chain and expense transport which often trigger price increases in consumer level, according to senior official of the ministry.