Bimtek IPDIMP, Penyuluh Sukabumi Buktikan Keandalan AWR KostraTani

Indonesian Agriculture Ministry Asked Farmers to Maintain Soil Fertility

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Bimtek IPDIMP, Penyuluh Sukabumi Buktikan Keandalan AWR KostraTani
TELECONFERENCE: Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi di Jakarta menyapa dan dialog dengan para peserta Bimtek Pengolahan Kesuburan Lahan via AWR KostraTani [inset] dipandu penyuluh pusat, Yulia Tri di Pelabuhan Ratu [Foto2: Humas Pusluhtan]

Sukabumi, Jabar [B2B] - Peserta kegiatan Bimbingan Teknis [Bimtek] Pengelolaan Kesuburan Lahan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis [5/3] dibuat surprise oleh tegur sapa dan wejangan dari Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi via teleconference dari Agriculture War Room - Komando Strategis Pembangunan Pertanian [AWR KostraTani] di Jakarta, yang menekankan peran vital penyuluh untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian.

Setelah menyapa peserta Bimtek dilanjutkan dialog dengan penyuluh pertanian pusat, Yulia Tri S, Prof Dedi Nursyamsi bertanya, "apakah para penyuluh peserta Bimtek siap meneruskan ilmu yang didapat dari kegiatan Bimtek hari ini?"

Para peserta pun serempak menjawab dengan suara lantang, "siap mengawal dan mendampingi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian."

Yulia Tri S melaporkan bahwa kegiatan teleconference dengan ´orang nomor satu´ di BPPSDMP Kementan memotivasi para peserta Bimtek yang diinisiasi oleh Proyek Integrated Participatory Development and Managemen of Irigation Project [IPDMIP] bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian - Balitbangtan[BBPSDLP] untuk menggelar ´Bimtek Pengelolaan Kesuburan Tanah´ secara serentak di lokasi IPDMIP pada Maret 2020.

"Perasaan diperhatikan oleh pimpinan terpancar dari peserta Bimtek di Pelabuhan Ratu, setelah Kepala BPPSDMP menyapa langsung dan dialog dengan para peserta," kata Yulia Tri S, penyuluh senior pusat di Kementerian Pertanian RI yang mendampingi para penyuluh mengikuti Bimtek maupun dialog dengan Prof Dedi Nursyamsi via AWR KostraTani di Jakarta didampingi Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan - Pusluhtan, Septalina Pradini.

Tujuan Bimtek untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh pertanian agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani sesuai kebijakan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] agar petani mampu meningkatkan produksi sekitar 7% hingga 13%.

"Selanjutnya bersama petani akan menerapkannya hingga mendapatkan rekomendasi jumlah pupuk yang diperlukan lahan sawah milik petani yang dibinanya. Penyuluh diharapkan senantiasa mengingatkan petani agar waspada memilih pupuk tekait keaslian pupuk yang beredar di pasaran, maka jenis jenis pupuk yang biasa dibeli harus diuji dengan perangkat uji pupuk," kata Yulia TS.

Perangkat Uji
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP] Leli Nuryati mengingatkan bahwa Proyek IPDMIP harus memberikan dukungan nyata terhadap KostraTani sebagai salah satu program utama Kementan.

“Kegiatan IPDMIP selama ini berupa kegiatan penyuluhan, yang disesuaikan dengan kebutuhan KostraTani seperti dilakukan pada akhir 2019, IPDMIP mendistribusikan perangkat uji tanah sawah atau PUTS, perangkat uji tanah tawa disingkat PUTR dan perangkat uji pupuk atau PUP di lokasi proyek IPDMIP,” kata Leli Nuryati.

Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Ajat Sudrajat didampingi Kepala Balai Penelitian Tanah Ladiyani Retno Widowati dan peneliti utama ilmu tanah Wiwik; narasumber Linca Anggria dan Laili Purnamasari yang memberikan pembekalan materi dan praktik.

"Kami mengharapkan para peserta dapat membagikan pengetahuannya kepada penyuluh lain di wilayah BPP masing masing. Selanjutnya bersama petani dapat menguji tanah miliknya, sehingga petani mengetahui jumlah pupuk yang seharusnya dipakai dalam lahan sawahnya. Kalau semua menerapkan hal tersebut, akan membantu petani menerapkan pemupukan berimbang, dapat menghemat pengeluaran, dapat menekan kerusakan lingkungan dan produksi sesuai target, tujuh persen hingga 13 persen," kata Ajat Sudrajat.

Kegiatan praktik antara lain turun ke sawah untuk mengambil contoh tanah dengan cara yang benar, selanjutnya dianalisa oleh masing-masing kelompok yang dibagi sesuai wilayah KostraTani masing-masing. Tujuannya, untuk mengetahui kandungan NPK tanah sawah yang dianalisa menggunakan PTUS apakah termasuk kategori sangat rendah, rendah, sedang dan tinggi. Peserta praktik uji kandungan unsur hara pupuk anorganik yang dibawanya bahkan bisa membedakan bahwa pupuk itu palsu atau tidak.

"Peserta Bimtek terlihat antusias, mereka tidak malu bertanya apabila masih belum jelas. Setelah praktik, peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk membuat rencana tindak lanjut atau RTL yang akan dilakukan di masing-masing wilayah KostraTani. Mereka akan sosialisasikan ke penyuluh lain di wilayah KostraTani untuk mendukung petani menerapkan pupuk berimbang," kata Yulia TS.

Untuk menindaklanjuti Bimtek, para peserta diminta mengisi form data sebagai tindak lanjut Bimtek sehingga dari data tersebut dapat membantu melengkapi data di KostraTani sebagai pusat data di wilayahnya. [Liene]

Sukabumi of West Java [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry support by Integrated Participatory Development and Managemen of Irigation Project [IPDMIP] held the brief training on the management of agricultural land fertility for agricultural extension workers in Sukabumi district of West Java province to maintain the biological nature and structure of the land through proper and correct use of fertilizers and pesticides.