Pandemi Covid-19, Omset Petani Rimpang Lebak Naik 100%

Indonesian Agriculture Anticipate Covid-19 by Weaker Health Systems

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pandemi Covid-19, Omset Petani Rimpang Lebak Naik 100%
EMPON-EMPON: Petani anggota Poktan Kalapa Hancer panen empon-empon di di Desa Sangiang, Kecamatan Maja. Kabupaten Lebak, Banten [Foto: Humas Pusluhtan]

Lebak, Banten [B2B] - Omset petani rimpang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terutama kelompok tani [Poktan] Kalapa Hancer naik 100% dari panen rimpang [empon-empon] sebanyak 22 ton sepanjang April 2020. Harga Rp4.000 naik ke Rp8.000 per kg, omset pun melambung dari Rp88 juta ke Rp176 juta sekali panen.

Penyuluh pertanian pusat di Kementerian Pertanian RI, Susilo Astuti H selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Banten mengatakan pada pandemi Covid-19, omset petani dari Poktan Kalapa Hancer melambung 100%.

"Harga saat ini sedang bagus, Rp8 ribu di tingkat petani, sedangkan sebelumnya Rp4 ribu per kg. Pendapatan Poktan Kalapa Hancer pun naik dari Rp88 juta ke Rp176 juta," kata Susilo AH melalui pernyataan tertulis yang dihimpun Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP], Senin [5/4].

Menurut Susilo AH, keberhasilan petani berkat dukungan penyuluh lapangan, Ita Aprianawati yang mengingatkan petani binaannya untuk meningkatkan produksi tanaman rimpang setelah merebaknya kabar pandemi Covid-19 di Wuhan, China sejak Januari 2020.

Penyuluh Ita Aprianawati menyadari manfaat tanaman rimpang yang utamanya berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh terhadap segala macam penyakit, termasuk menangkal virus Corona, pemicu Covid-19.

10 petani dari Poktan Kalapa Hancer kian giat mengelola lahan pertaniannya di Desa Sangiang, Kecamatan Maja seluas 500 m2 untuk budidaya kunyit, kencur 200 m2 dan lengkuas seluas dua hektar.

Penyuluh Ita Aprianawati juga mengingatkan petani binaannya terhadap seruan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] kepada petani dan pelaku usaha pertanian untuk patuh pada Protokol Kesehatan WHO. "Jaga jarak. Jangan berkerumun. Kenakan masker. Rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir."

"Kepala BPPSDMP juga mengingatkan agar petani meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, karena kemajuan pertanian suatu negara tergantung pada kemampuan SDM-nya," kata Susilo AH mengutip arahan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi.

Sementara Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP] Leli Nuryati mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani di lapangan.

"Pangan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah krisis Covid-19," kata Leli Nuryati. [Liene]

Lebak of Banten [B2B] - Indonesia´s Agriculture Ministry is in intensive care after testing positive for the novel coronavirus, as civil servants in head office and across the country were ordered to close over the health threat. The World Health Organization has said it is particularly concerned about high-risk nations with weaker health systems, which who may lack the facilities to identify cases.