Aset Tetap Kementan, Itjen dan Eselon Satu Berjibaku Tuntaskan Temuan BPK

Indonesian Agriculture Ministry Seeks to Resolve the Fixed Assets

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Aset Tetap Kementan, Itjen dan Eselon Satu Berjibaku Tuntaskan Temuan BPKSekretaris Itjentan Suprojo Wibowo (inset kanan atas) memimpin rapat koordinasi dengan eselon satu Kementan tuntaskan masalah aset tetap Kementan (Foto2: Humas Itjentan)

Jakarta (B2B) - Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian RI (Itjentan) responsif menyikapi instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada awal Juni (6/6) untuk menuntaskan aset tetap Kementan dalam satu bulan, sehingga tidak muncul lagi di Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Kementan untuk 2018 dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan mempertahankan capaian Opini ´Wajar Tanpa Pengecualian´ dari BPK RI untuk 2016 dan 2017.

Sekretaris Itjentan, Suprojo Wibowo memimpin rapat koordinasi dengan seluruh eselon satu yang ditindaklanjuti dengan membentuk tim khusus, yang terdiri atas auditor dari setiap inspektorat di Itjentan, untuk memantau dan berjibaku dengan unit eselon satu Kementan terhadap aset tetap Kementan, yang terkatung-katung sejak 2004.

"Tiap eselon satu harus segera membuat identifikasi masalah yang dihadapi," kata Suprojo Wibowo pada rapat pembahasan LKPP 2017 dari BPK, belum lama ini.

Dia menambahkan, masalah aset tetap Kementan yang masih belum tuntas sejak 2004, sebagian besar merupakan aset-aset yang telah berpindah tangan ke pihak lain, namun belum terbukukan sesuai ketentuan akuntansi pemerintah yang menjadi acuan BPK.

Sementara aset lain yang perlu ditindaklanjuti, Suprojo Wibowo menginstruksikan setiap inspektorat jenderal untuk mendampingi unit eselon satu Kementan melakukan audit, review dan uji kebenaran.

"Itjen Kementan bertekad dan komitmen untuk menuntaskan temuan BPK dalam satu bulan sesuai target waktu dari Mentan," kata Suprojo yang memimpin tim Itjentan bekerja keras sejak pertengahan Ramadan hingga cuti bersama mudik Lebaran 2018.

Jakarta (B2B) - Inspectorate General of the Indonesian  Agriculture Ministry was responsive to the instruction of Minister Andi Amran Sulaiman in early June (June 6) to complete the ministry´s fixed asset in one month, so it´s no longer in the Central Government Financial Statements for 2018 from audit of the Supreme Audit Board or the BPK report stated with Reasonable Opinion without the Exception or WTP for 2016 and 2017.

The Secretary of ministry´s Inspector General Suprodjo Wibowo leads a coordination meeting with all first echelon finance officials then formed a special team, supported by auditors to work hard with the first echelon units of fixed assets hanging around since 2004.

"Each first echelon unit should immediately identify the problem," Mr Wibowo said recently.

He said the ministry´s fixed assets have not been completed since 2004, most of which are assets that move hands over to others, but has not been listed in accordance with the government accounting requirements set by the BPK.

While other assets need to be followed up, Mr Wibowo instructs each inspectorate to accompany the audit activities, review and test of truth.

"The ministry is determined and committed to finalize BPK´s findings within one month according to the deadline of the minister," Mr Wibowo said.