Kapasitas Dosen, Tiga Tim Peneliti Polbangtan Kementan Presentasi Penelitian Strategis Pusdiktan 2025
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Sebanyak tiga tim peneliti dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor berpartisipasi pada Seminar Hasil Penelitian Strategis Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung tiga hari, 19 - 21 November 2025 di Aula Wisma Pertanian, Cipayung, Kabupaten Bogor.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, penelitian strategis merupakan program BPPSDMP Kementan melalui Pusdiktan, yang bertujuan mendukung sasaran dan program-program prioritas Kementan seraya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional.
Penelitian tersebut diapresiasi oleh Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas keterlibatan aktif para dosen Polbangtan dalam penelitian strategis.
“Pertanian maju hanya dapat dibangun di atas fondasi riset yang kuat. Kementan mendorong penuh para dosen Polbangtan menghasilkan inovasi dan publikasi yang benar-benar dapat diterapkan di lapangan," katanya.
Mentan Amran Sulaiman berharap penelitian mampu menjawab tantangan riil, baik dari aspek produktivitas, efisiensi, maupun kesejahteraan petani. Hasil riset harus memperkuat pengambilan kebijakan serta mendukung modernisasi pertanian berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, penelitian strategis merupakan wujud penguatan kapasitas pendidik, sekaligus bagian dari mandat besar Polbangtan dalam menghasilkan inovator pertanian.
“Dosen Polbangtan harus menjadi motor inovasi. Dengan penelitian terarah dan berkualitas, kita dapat menghasilkan solusi nyata mendukung program strategis Kementan. Saya berharap hasil seminar tidak berhenti pada laporan, tetapi berlanjut hingga tingkat implementasi,” katanya.
Motor Inovasi
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengakui pentingnya publikasi ilmiah sebagai indikator kualitas akademik dan daya saing institusi vokasi pertanian.
Pada 2025, terdapat delapan tim peneliti terpilih dari Polbangtan dan PEPI. Tiga di antaranya berasal dari Polbangtan Bogor yakni Tim Peneliti Pertama: Prof. Dr. Drs. Lukman Effendy, M.Si. Dr. Ir. Yoyon Haryanto, S.ST., MP Dr. Ir. Momon Rusmono, M.S. Dr. Arif Prastiyanto, S.P., M.P.
Tim Peneliti Kedua: Dr. Erniati, STP., M.Sc. Annisa Nur Ichniarsyah, M.Si. Intan Kusuma Wardani, M.Sc.; Tim Peneliti Ketiga: Dr. Nurhayati, S.P., M.Si. Dr. Reni Suryanti, S.Pt., M.Si. Dr. Arif Prastiyanto, S.P., M.P.
Ketiga tim memaparkan hasil penelitian di hadapan tim penguji yang diketuai oleh Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr.
Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin, yang berharap hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi stakeholders, terutama petani dan penyuluh yang dapat mengimplementasikan temuan penelitian tersebut.
Ketua Tim Penguji, Dedi Nursyamsi mengapresiasi capaian seluruh tim dan mendorong agar rekomendasi penguji segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas keluaran ilmiah.
Yoyon Haryanto menegaskan, keikutsertaan tiga tim peneliti menegaskan komitmen Polbangtan Bogor untuk terus memperkuat kapasitas dosen dalam riset dan publikasi ilmiah.
Hasil penelitian strategis diharapkan dapat memberikan kontribusi konkret terhadap pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga rekomendasi kebijakan pertanian yang aplikatif," katanya.
Polbangtan Bogor, ungkap Yoyon Haryanto, bertekad untuk terus mendorong budaya riset yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian modern. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
