SDM Kompeten, 104 Mahasiswa Polbangtan Kementan Lulus Sertifikasi Penyuluh

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


SDM Kompeten, 104 Mahasiswa Polbangtan Kementan Lulus Sertifikasi Penyuluh
POLBANGTAN BOGOR: Kegiatan sertifikasi salah satu langkah strategis yang diinisiasi oleh Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto [berdiri] menyiapkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya penyuluh di seluruh Indonesia.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap terjun ke dunia kerja pada kegiatan ´Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian´ selama tiga hari, 8 - 10 Mei 2026, di Kampus Cibalagung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan ´Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian´ diikuti 104 mahasiswa dari Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), dan Kesehatan Hewan (Keswan) dinyatakan kompeten.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat, juga kompetensi yang terukur dan siap diterapkan di lapangan. 

“Pertanian Indonesia membutuhkan SDM unggul yang siap kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah. Sertifikasi kompetensi sangat penting untuk memastikan lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa vokasi pertanian merupakan investasi penting mendukung regenerasi petani dan penyuluh pertanian di Indonesia. 

“Kami terus mendorong pendidikan vokasi pertanian menghasilkan lulusan profesional, adaptif dan kompeten. Sertifikasi menjadi bukti kesiapan mahasiswa Polbangtan Bogor terjun langsung mendampingi petani di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menilai sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi lulusan perguruan tinggi vokasi. 

Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengakuan kompetensi profesi.

Polbangtan Bogor

Kegiatan sertifikasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis yang diinisiasi oleh Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, guna mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya mendukung kebutuhan tenaga penyuluh pertanian di berbagai daerah di Indonesia.

Yoyon Haryanto mengatakan dalam pelaksanaannya, sertifikasi kompetensi dibagi ke dalam dua skema yakni Skema Penyuluh Pertanian Supervisor Pertama yang diikuti oleh 36 asesi dan Skema Penyuluh Pertanian Fasilitator Terampil dengan jumlah 68 asesi. 

"Untuk memastikan kualitas penilaian, Polbangtan Bogor menghadirkan sembilan asesor profesional yang ahli dan berpengalaman di bidang penyuluhan pertanian," katanya.

Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa memiliki bekal lebih kuat untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. Sertifikasi juga bentuk keseriusan Polbangtan Bogor menjaga kualitas lulusannya.

Suasana pelaksanaan sertifikasi berlangsung serius namun penuh semangat. Para asesi mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi mulai dari observasi, wawancara, hingga praktik lapangan sesuai standar profesi penyuluh pertanian. Hasilnya, seluruh peserta berhasil dinyatakan kompeten.

Kebutuhan Penyuluh

Yoyon Haryanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus menjawab kebutuhan tenaga penyuluh yang terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia. 

“Kami ingin seluruh lulusan Polbangtan Bogor memiliki daya saing tinggi dan mampu terserap di dunia kerja, khususnya sebagai penyuluh pertanian profesional," katanya.

Sertifikasi kompetensi, ungkap Yoyon Haryanto, menjadi langkah penting agar lulusan memiliki standar kemampuan yang diakui.

Dia juga mengungkapkan rasa syukur atas hasil pelaksanaan sertifikasi tahun ini. “Alhamdulillah seluruh asesi dinyatakan kompeten. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa di Polbangtan Bogor."

Melalui kegiatan tersebut, Polbangtan Bogor kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian yang tidak hanya mencetak lulusan, juga menyiapkan tenaga profesional yang siap mendukung kemajuan pertanian Indonesia. [wisda/timhumas pilbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.