Perkuat Brigade Pangan, Kementan Dorong Sinergi Percepatan Tanam Sumsel
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Palembang, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) terus memperkuat peran Brigade Pangan mendukung ´Percepatan Tanam´ guna menjaga produksi pangan nasional, khususnya komoditas padi di Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Gerakan Tanam (Gertam) Pengamanan Produksi di Aula Makorem 044/Garuda Dempo di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Jumat (10/4).
Rakor Persiapan Gertam dihadiri Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumsel, R Bambang Pramono; Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Rachmat, serta perwakilan penyuluh dari seluruh kabupaten.
Turut hadir sejumlah unsur strategis dari pemerintah daerah, TNI, hingga stakeholders pertanian sebagai langkah bersama menjaga dan meningkatkan produksi pangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah kunci menjaga ketersediaan pangan nasional, terutama di tengah dinamika perubahan iklim dan kondisi global.
“Sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI dan stakeholders menjadi faktor utama memastikan produksi tetap terjaga dan meningkat,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP)Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan SDM pertanian menyukseskan gerakan tanam.
“Melalui Brigade Pangan, kami mendorong peningkatan kapasitas petani agar lebih adaptif terhadap teknologi dan mampu merespons tantangan di lapangan,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan menyampaikan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis mengawal Percepatan Tanam sebagai langkah konkret pengamanan produksi padi nasional.
“Melalui pendampingan langsung, monitoring berkala, serta koordinasi lintas sektor, kami memastikan percepatan tanam berjalan tepat waktu," katanya.
Hal itu penting, ungkap Inneke Kusumawaty, untuk menjaga stabilitas produksi padi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Dia menambahkan, Brigade Pangan juga berperan meningkatkan kesiapan petani hadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan air, perubahan iklim, dan serangan organisme pengganggu tanaman.
Dukungan TNI AD
Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud dalam sambutannya, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar utama stabilitas nasional.
"Oleh karena itu, peningkatan produksi pertanian menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak," katanya.
Brigjen TNI Khabib Mahfud juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor, optimalisasi pengelolaan sumber daya air di tengah musim kemarau serta percepatan tanam agar siklus produksi tetap berjalan optimal.
“TNI Angkatan Darat, khususnya Korem 044/Garuda Dempo dan jajaran Kodim, siap mendukung program pemerintah melalui pendampingan petani, percepatan tanam, hingga pengawalan panen,” tegasnya.
Melalui Rakor, ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud, diharapkan terbangun langkah strategis, yang terintegrasi antar seluruh pihak mendukung percepatan tanam dan pengamanan produksi, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga secara berkelanjutan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Palembang of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
