BPS Nyatakan Produktivitas Pertanian Meningkat dalam 10 Tahun Terakhir
BPS Declared Agricultural Productivity Increased in the Last 10 years
Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan produktivitas pertanian nasional dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan meskipun angkatan kerja di sektor tersebut menurun. Sementara dalam kurun waktu yang sama, produksi padi naik dari 52,14 juta ton menjadi 69,27 juta ton gabah kering giling (GKG) atau tumbuh 3,29% per tahun.
Kepala BPS Suryamin mengatakan produksi jagung naik dari 10,89 juta ton pada tahun 2003 menjadi 18,84 juta ton pipilan kering pada tahun 2013, atau tumbuh sebesar 7,16% per tahun.
"Sementara itu, kontribusi sektor pertanian dalam produk domestik bruto atau PDB meningkat dari 14,30% menjadi 15,04% selama 2004--2013," kata Kepala BPS Suryamin di Bogor.
Kendati begitu, Suryamin mengurai hasil sensus BPS bahwa persentase penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian mengalami penurunan dari 40,61 juta orang pada tahun 2004 menjadi 39,96 juta orang pada 2013 atau dari 43,33% menjadi 35,05%.
"Ini menunjukkan bahwa produktivitas di sektor pertanian mengalami peningkatan meskipun jumlah tenaga kerja menurun," kata Suryamin.
Rumah Tangga Petani
Terkait dengan rumah tangga petani, Suryamin menambahkan, jumlah rumah tangga petani selama 2003--2013 juga mengalami penurunan sekitar 1,75 persen rata-rata per tahun. Jumlah rumah tangga petani di Jawa pada 2003 tercatat 17,91 juta rumah tangga, namun pada 2013 berkurang menjadi 13,42 juta rumah tangga.
Begitu pula di Sumatera, jumlah rumah tangga petani turun dari 6,60 juta rumah tangga menjadi 6,28 juta, kemudian di Sulawesi dari 2,41 juta menjadi 2,22 juta rumah tangga selama 2003--2013. "Komposisi jumlah rumah tangga usaha pertanian bergeser dari Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa."
Pada 2003, jumlah rumah tangga usaha pertanian di Jawa sebesar 57,48% namun pada 2013 menjadi 51,38%. Sementara itu, di luar Jawa justru meningkat seperti di Sumatra dari 21,19% manjadi 24,05%, Sulawesi dari 7,7% menjadi 8,6 % dan Kalimantan dari 5,2% menjadi 5,9%.
Jakarta (B2B) - Central Statistics Agency (BPS) said the national agricultural productivity in the last 10 years has increased even though the labor force in the sector declined. While in the same period, rice production rose from 52.14 million tons to 69.27 million tons of milled rice (GKG) or grew 3.29% per year.
BPS head, Suryamin said corn production increased from 10.89 million tonnes in 2003 to 18.84 million tons of dry shelled in 2013, or grew by 7.16% per year.
"Meanwhile, the contribution of agriculture to the gross domestic product or GDP increased from 14.30% to 15.04% during 2004-2013," BPS chief Suryamin in Bogor.
Even so, Suryamin revealed that the BPS census percentage of people 15 years and over who worked in the agricultural sector declined from 40.61 million in 2004 to 39.96 million in 2013, from 43.33% to 35.05 %.
"It shows that productivity in agriculture has increased despite the declining number of workers," Suryamin said.
Farmer Households
Related households, Suryamin added, the number of households during 2003 - 2013 has decreased by about 1.75 percent per year on average. Number of households in Java in 2003 was 17.91 million households, but in 2013 was reduced to 13.42 million households.
Similarly, in Sumatra, the number of households fell from 6.60 million to 6.28 million households, then in Sulawesi from 2.41 million to 2.22 million households during 2003-2013. "The composition of farm households to shift from Java to outside Java."
In 2003, the number of farming households in Java amounted to 57.48%, but in 2013, to 51.38%. Meanwhile, outside of Java such as in Sumatra has increased 21.19% from 24.05% widened, in Sulawesi from 7.7% to 8.6%, and Borneo from 5.2% to 5.9%.
