Kementan Perkuat Peran Brigade Pangan melalui Akses Pembiayaan Usaha Tani

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Kementan Perkuat Peran Brigade Pangan melalui Akses Pembiayaan Usaha Tani
BB PUSTAKA: Literasi keuangan terus diperkuat agar Brigade Pangan mampu mandiri, termasuk dalam menyisihkan pendapatan untuk penyusutan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Dengan penguatan kelembagaan, pendampingan intensif dan dukungan pembiayaan yang inklusif.

 

Lebak, Banten (B2B) - Percepatan swasembada beras kian dipacu melalui penguatan Brigade Pangan (BP) sebagai ujung tombak modernisasi pertanian, Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar Temu Teknologi Pertanian (Tektokan) bertajuk ´Akses Modal Antigagal Untuk Brigade Pangan´ di Lebak, Provinsi Banten pada Selasa (14/4). 

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan kegiatan Tektokan diadakan oleh Pertanian Press - BB Pustaka mendukung literasi pertanian, guna percepatan swasembada beras terus diperkuat melalui kolaborasi terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, dengan menempatkan Brigade Pangan (BP) sebagai motor penggerak modernisasi pertanian. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Brigade Pangan menjadi penggerak utama pelaksanaan program strategis pemerintah, sekaligus berperan sebagai penghubung antara kebijakan dan kebutuhan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan sistem kolaboratif yang berlandaskan pada pemberdayaan. 

“Peran mereka tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” katanya.

Direktur Pembiayaan Pertanian, Purwanta mengatakan, program Kredit Usaha Alsintan hadir untuk mendorong modernisasi pertanian. 

Skema tersebut menawarkan bunga ringan sebesar 3% efektif per tahun dengan berbagai kemudahan bagi petani dan pelaku usaha. Kredit ini difokuskan untuk investasi alsintan yang dapat dimanfaatkan secara produktif, termasuk melalui skema jasa sewa.

“Kredit Alsintan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, juga membuka peluang usaha baru di pedesaan serta meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Sedangkan Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda, Direktorat Pembiayaan Pertanian, Dewi Maryusari menyampaikan dukungan Kementerian Pertanian terhadap BP yaitu dengan memberikan subsidi untuk kredit program yaitu KUR dengan bunga 6 % dan kredit alsintan dengan bunga 3 %.

BB Pustaka
Dukungan pembiayaan juga terlihat dari sektor perbankan, yaitu Kepala Unit BRI Malingping, Kabupaten Lebak, Alfajri Tasriningtyas yang mengungkapkan bahwa pihak BRI siap mendukung. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa akses modal bagi petani semakin terbuka. Tim BRI siap membantu BP membuka rekening usaha dan rekening penyusutan alsintan secara bersamaan.

 "Tentunya Tim BRI juga akan berkomunikasi secara aktif untuk meminimalkan kendala di lapangan dalam memperoleh KUR untuk usaha tani", jelasnya.

Sementara penulis buku Akses Modal Antigagal Untuk Brigade Pangan, Rizky Permana menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha pertanian. Ia berharap bukunya dapat menjadi panduan praktis agar petani lebih memahami pengelolaan modal, omzet, hingga arus kas secara berkelanjutan.

“BP juga didorong untuk mampu mengakses pembiayaan, melakukan hilirisasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan analisis usaha tani,” tambahnya

Rizky menambakan jika peran penyuluh pendamping BP pun menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka tidak hanya mendampingi petani dalam budi daya hingga panen, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha melalui pencatatan keuangan, hingga fasilitasi akses permodalan. 

Literasi keuangan juga terus diperkuat agar BP mampu mandiri, termasuk dalam menyisihkan pendapatan untuk penyusutan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Dengan penguatan kelembagaan, pendampingan intensif, serta dukungan pembiayaan yang inklusif.

BP diharapkan mampu menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, tutupnya. [dimas/shinta/tim humasbbpustaka]

 

 

 

Lebak of Banten [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.