BB Pustaka Kementan Dorong Pemanfaatan Sampah Organik jadi Produk Bernilai Tinggi

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


BB Pustaka Kementan Dorong Pemanfaatan Sampah Organik jadi Produk Bernilai Tinggi
BB PUSTAKA: Katimker Layanan Perpustakaan, Sutarsyah mewakili Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP apresiasi kehadiran praktisi perpustakaan dan lingkungan hidup, Ummi Maryam mengajak peserta workshop untuk mengolah limbah sampah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Persoalan sampah organik masih menjadi tantangan besar di lingkungan masyarakat. Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) hadir memberi solusi melalui ´Workshop Smoothies dan Pembuatan Eco Enzyme´ di Gedung Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (15/4).

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan kegiatan workshop mengajak masyarakat, untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta membawa mereka melakukan perubahan ke arah yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Kegiatan workshop sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa praktik pertanian dengan biaya efisien sekaligus ramah lingkungan, menjadi salah satu pondasi penting mewujudkan keberlanjutan sektor pertanian nasional. 

"Tujuan pembangunan pertanian tidak hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan petani, juga menjaga kelestarian lingkungan saja, dengan pemanfaatan teknologi, inovasi, serta kearifan lokal perlu berjalan selaras agar kualitas tanah, air, dan udara tetap terjaga, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan petani," ujarnya

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti  menegaskan, penggunaan pupuk organik memiliki peran penting meningkatkan hasil produksi tanaman, menjaga kesuburan tanah dan mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan. 

Kabadan juga menyoroti pentingnya keberadaan SDM pertanian yang kompeten mengadopsi dan menerapkan teknologi tepat guna. 

BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP diwakili Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan Perpustakaan, Sutarsyah mengatakn bahwa BB Pustaka tidak hanya berperan sebagai pusat informasi, juga sebagai agen literasi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat

"Pentingnya membaca menjadi kunci utama membuka wawasan dan menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kegiatan workshop, ungkap Sutarsyah, diikuti oleh peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT)  Tanah Sareal dan Kebon Pedes Bogor, perwakilan Kelurahan Tanah Sareal dan  mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).  

"Peserta terlihat antusias, terutama saat sesi praktik  mengolah kulit buah dan bonggol sayuran menjadi  eco enzyme," ungkapnya lagi mengutip arahan Kabali Eko Nugroho DP.

Limbah Rumah Tangga
Praktisi perpustakaan dan lingkungan hidup, Ummi Maryam  mengingatkan bahwa limbah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar, khususnya sampah organik. 

“Kita bisa memanfaatkan hasil tanaman menjadi konsumsi, lalu sisa sampahnya diolah menjadi eco enzyme,” ujarnya.

Ummi Maryam menambahkan, keterampilan menanam, mengolah smoothies hingga membuat eco enzyme tidak datang begitu saja, melainkan berawal dari kebiasaan membaca. 

"Semua ilmu ini berawal dari membaca. Dari buku kita bisa belajar menanam, mengolah hasil panen menjadi konsumsi sehat, hingga mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat," katanya lagi.

Selain itu, pemanfaatan hasil tanaman sendiri seperti buah dan sayur tidak hanya mendukung pola hidup sehat melalui konsumsi smoothies, tetapi juga mengurangi limbah. 

"Sisa kulit buah dan sayuran yang biasanya dibuang dapat diolah menjadi eco enzyme berupa cairan hasil fermentasi yang bermanfaat, salah satunya adalah pupuk organik," jelasnya. [tari/shinta/timhumas bbpustakakemenan]

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.