Menko Perekonomian dan Mentan Canangkan Gerakan Tanam Serempak di Tangerang
Indonesian Govt Will Launch Rice Planting Movement in Unison
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Tangerang, Banten (B2B) - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perekonomian Darmin Nasution bersama pagi ini, Senin (7/12) akan melakukan pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu untuk Tanam Serempak dengan mesin penanam (transplanter machine) di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Kegiatan tanam serempak yang dipusatkan di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri akan dihadiri oleh Panglima Kodam Jaya, Mayor Jenderal TNI Teddy Lhaksmana; Gubernur Banten, Rano Karno; dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain.
Menko Darmin Nasution dan Mentan Amran Sulaiman akan menyerahkan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier kepada pemerintah daerah setempat, sementara Gubernur Banten dan Bupati Tangerang akan menyerahkan bantuan mesin traktor kepada Kelompok Tani Gardu dan kelompok-kelompok tani terpadu setempat.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Pending Dadih Permana akan memandu dialog Mentan Amran Sulaiman dan Menko Darmin Nasution dengan ratusan petani dari seluruh kabupaten di Provinsi Banten, untuk mengetahui peluang dan kendala peningkatan produksi pertanian di Banten.
Sebagaimana diberitakan, Menko Perekonomian memprediksi persediaan beras hingga akhir 2015 akan mencukupi menyusul sudah berjalannya musim hujan di beberapa daerah, karena musim tanam diperkirakan sudah dimulai pada November dan berarti musim tanam tidak akan bergeser.
"Saya mengimbau kepada kementerian terkait untuk memaksimalkan cadangan beras nasional," kata Darmin pada kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada medio November 2015.
Sementara Mentan Amran Sulaiman mengharapkan para petani mulai melakukan percepatan tanam padi mulai saat ini, dan Kementerian Pertanian saat ini mengupayakan standing crop di lahan seluas 3,5 juta hektar di seluruh Indonesia.
”Kami sudah membuat surat resmi kepada semua bupati di seluruh Indonesia untuk segera melakukan langkah percepatan tanam. Koordinasi dengan BMKG juga sudah kami lakukan. Kami mempercepat tanam di bulan Oktober dan November, karena kami meyakini padi mulai dapat dipanen pada Februari 2016. Untuk Aceh saja ada 100 ribu hektar di satu kabupaten, dan sudah ada percepatan tanam,” kata Mentan di Desa Ciberes, Kecamatan Patok Besi, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada medio November.
Tangerang, Indonesia (B2B) - Indonesian Agriculture Minister, Andi Amran Sulaiman and Coordinating Minister for the Economy, Darmin Nasution this morning, Monday (12/7) will launch Integrated Farmer Empowerment Movement for Planting in Unison with the farmers utilize the transplanter machine in Tangerang district of Banten province.
Planting season movement in unison which was centered in Rawakidang village of Sukadiri sub-district will attend by the Jakarta Military Commander, Maj. Gen. Teddy Lhaksmana; Banten Governor Rano Karno; and Tangerang Regent, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain.
Minister Nasution and Minister Sulaiman was scheduled will deliver tertiary irrigation network rehabilitation assistance to local government, while Banten Governor and Tangerang Regent will provide assistance of
two-wheel tractor engines to local farmers´ groups.
While Agriculture Ministry´s Head of Education and Human Resource Development of Agriculture, Pending Dadih Permana will guide the farmers to dialogue with Minister Sulaiman and Minister Nasution, to determine the opportunities and constraints of increasing agricultural production in Banten.
As reported, Mr Nasution predict the supply of rice until the end of 2015 will suffice, following the rainy season in some areas in Indonesia, because the planting season is expected to begin in November 2015.
"I urged the related ministry to maximize the national rice reserves," Mr Nasution said at a public lecture at the Depok´s Indonesia University recently.
While Minister Sulaiman expects farmers begin to accelerate the planting season, and the Indonesian Agriculture Ministry is estimated currently standing crop at 3.5 million hectares of paddy land.
"We have made an official letter to all district heads throughout Indonesia to immediately accelerate the rice planting. Coordination with the forecaster we´ve done. We accelerate the planting season in October and November 2015, and we believe future rice harvest could begin in February 2016. In Aceh province there are 100 thousand hectares of paddy rice fields in one district, and has been the acceleration of the planting season," said Mr Sulaiman Ciberes village of Patok Beusi sub-district in Subang district of West Java province recently.
