Etalase Adaptasi Inovasi Teknologi, UPT Kementan Kolaborasi Lintas Institusi
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi
Bogor, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan terus memperkuat peran strategisnya mendukung transformasi sektor peternakan dan kesehatan hewan melalui kolaborasi lintas institusi.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan empat mitra strategis, sebagai langkah konkret BBPKH Cinagara menyiapkan diri sebagai ´etalase adaptasi inovasi teknologi´, khususnya di bidang kesehatan hewan dan peternakan.
Keempat mitra strategis yakni Pusat Riset Veteriner - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pusat Riset Peternakan BRIN, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor pada Rabu, (15/4).
Kolaborasi lintas institusi tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan, kolaborasi antar lembaga menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi inovasi pertanian.
"Hasil riset harus mampu diimplementasikan secara nyata di lapangan agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan peternak," katanya.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa penguatan kapasitas SDM menjadi fondasi utama dalam mendorong keberhasilan adopsi teknologi.
“Pelatihan yang terintegrasi kebutuhan lapangan dan perkembangan inovasi menjadi kunci menciptakan SDM pertanian profesional, mandiri dan berdaya saing,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis dalam menjembatani hasil riset dengan kebutuhan praktis di sektor peternakan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan oleh lembaga riset dapat diadopsi secara efektif oleh sumber daya manusia di lapangan melalui pelatihan yang aplikatif, adaptif, dan berbasis kebutuhan,” katanya.
Melalui sinergi ini, kata Inneke Kusumawaty, BBPKH Cinagara tidak hanya berperan sebagai lembaga pelatihan, juga sebagai pusat diseminasi teknologi terapan yang siap diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan.
Ada pun ruang lingkup kerja sama, katanya, mencakup penguatan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan dan bimbingan teknis, pemanfaatan sarana dan prasarana secara bersama, serta penyediaan narasumber kompeten dari masing-masing institusi.
"Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum pelatihan berbasis inovasi terkini serta uji coba teknologi di lingkungan pelatihan," ungkap Inneke Kusumawaty.
Dengan terjalinnya kerja sama, ungkapnya lagi, BBPKH Cinagara diharapkan mampu menjadi hub integrasi antara riset, pelatihan, dan implementasi teknologi.
"Hal itu diharapkan mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan hewan sekaligus produktivitas peternakan nasional," katanya lagi.
Ke depan, ungkap Inneke Kusumawaty, BBPKH Cinagara akan terus memperluas jejaring kemitraan strategis guna memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan pelatihan sekaligus etalase inovasi teknologi yang adaptif, responsif, dan berdaya saing tinggi. [ristaqul/yudi/timhumas bbpkhcinagara)
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
