Pemerintah Susun Formula Harga Empat Pangan Strategis Tingkat Petani dan Konsumen

Indonesian Govt Will Set the Floor Price and Ceiling Price of Strategic Food Commodities

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Pemerintah Susun Formula Harga Empat Pangan Strategis Tingkat Petani dan Konsumen
Mentan Andi Amran Sulaiman (kanan) berdiskusi tentang formula harga pangan strategis dengan Mendag Enggartiasto Lukita (tengah) dan Dirjen Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono (Foto2: B2B/Gusmiati Waris)

Jakarta (B2B) - Pemerintah RI tengah merumuskan harga batas bawah (floor price) di tingkat petani dan harga batas atas (ceiling price) bagi konsumen untuk empat komoditas pangan strategis yakni beras, gula, bawang merah dan daging sapi dan formula harganya ditargetkan rampung pekan depan.

"Sebenarnya, jumlah komoditas yang akan diatur ada 14 tetapi yang kami tetapkan langsung dari hasil kesepakatan antara Mendag dan Mentan baru meliputi empat komoditas utama yakni beras, gula, bawang merah, dan daging sapi," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada pers di Jakarta pada Senin (15/8) usai rapat koordinasi dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Enggartiasto menambahkan, sementara untuk 10 komoditas diputuskan oleh kedua menteri untuk dibahas terlebih dahulu dengan badan usaha milik negara (BUMN) terkait dan perusahaan-perusahaan swasta.

Mentan Amran Sulaiman menambahkan ke-10 komoditas lainnya adalah jagung, kedelai, sapi, cabai, kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, daging ayam, dan minyak goreng. Misalnya untuk minyak goreng maka pemerintah akan membuat kesepakatan harga dengan produsen tentang harga eceran tertinggi (HET) yang ideal di pasar.

"Pemerintah akan menentukan kemudian terkait floor price dan ceiling price, dan sementara ini akan fokus pada pembahasan empat komoditas strategis utama yang diharapkan dalam satu hingga dua pekan dapat dirampungkan," kata Mentan.

Dia menambahkan sebagai pilot project maka Pemerintah RI menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memangkas rantai pasok pangan seperti daging sapi melalui kerjasama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam hal ini PD Pasar Jaya yang mengelola pasar-pasar tradisional di seluruh DKI Jakarta.

"Apabila ini berhasil maka pola serupa akan dikembangkan di daerah lain," kata Amran Sulaiman.

Gubernur Ahok menyatakan siap mendukung operasi pasar yang akan digelar pemerintah, "tadi kita samakan persepsi tentang operasi pasar khususnya daging dan sembako."

Jakarta (B2B) - The Indonesian government is formulating a floor price at the farm level and the ceiling price for consumers on four strategic food commodities, namely rice, sugar, shallots and beef and formula price is expected to be completed next week.

"Actually, we would set the price of 14 commodities but I specify first of this agreement with the agriculture minister is four key commodities such as rice, sugar, shallots and beef," Trade Minister Enggartiasto Lukita told reporters here on Monday (August 15) after coordination meeting with Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman and Jakarta Governor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mr Lukita added, while for 10 commodities was decided by the two ministers to be discussed beforehand with state-owned enterprises (SOEs) and private companies.

Minister Sulaiman said the 10 other commodities are corn, soy, beef, chili, palm oil, rubber, coffee, cocoa, tea, chicken and cooking oil. For example, cooking oil, the government will make a price agreement with the manufacturer regarding the highest retail price (HET) which is ideal in the market.

"The government will decide later related floor price and ceiling price, and while this discussion will focus on four main strategic commodities to be expected in one to two weeks can be completed," Mr Sulaiman said.

He added as a pilot project, the Indonesian Government to make cooperation with the Jakarta Provincial Government to cut the supply chain of food such as beef through cooperation with local owned enterprises, PD Pasar Jaya, which manages the traditional markets across Jakarta.

"If successful then similar patterns will be developed in other regions," Minister Sulaiman said.

Governor Ahok said support the bazaar will be held by the government, "we equate the perception of the bazaar, especially beef and other staple foods."