Swasembada Pangan, UPT Kementan Kawal Gertam Serentak Bengkulu
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bengkulu Tengah, Bengkulu (B2B) - Kementerian Pertanian RI senantiasa mendorong percepatan Swasembada Pangan Nasional melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serentak seluas 50.000 hektar secara serentak pada 26 provinsi di bawah kendali dan koordinasi Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Jumat, (22/5).
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Bengkulu mengatakan
pelaksanaan Gertam Serentak di Provinsi Bengkulu seluas 641 hektar yang tersebar pada sejumlah kabupaten.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Gertam Serentak merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus mempercepat peningkatan produksi pertanian.
“Percepatan tanam harus terus dilakukan agar produktivitas meningkat dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga. Semua potensi lahan harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan dan pendampingan di lapangan dalam mendukung keberhasilan program.
“Keberhasilan gerakan tanam serentak sangat ditentukan oleh sinergi antara penyuluh, Brigade Pangan, dan petani. Pengawalan yang intensif akan memastikan proses tanam berjalan tepat waktu dan optimal,” ujarnya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Bengkulu mengatakan Gertam Serentak tingkat provinsi dipusatkan di Desa Dusun Baru III, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan luas tanam 30 hektar, bagian dari 641 hektar di seluruh Bengkulu.
Inneke Kusumawaty hadir langsung mengawal pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan swasembada pangan nasional di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, pengawalan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kegiatan berjalan efektif sesuai target yang ditetapkan.
BBPKH Cinagara sebagai PJ Brigade Pangan senantiasa melakukan pengawalan secara intensif bersama seluruh stakeholders di daerah.
"Kami ingin memastikan percepatan tanam berjalan optimal sehingga target peningkatan produksi dapat tercapai,” ungkap Inneke Kusumawaty.
Kolaborasi Daerah
Gertam Serentak di Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah dihadiri sejumlah pejabat setempat yakni Asisten Daerah II Pemkab, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BBRMP Bengkulu, unsur Forkopimda, Kapolsek, Danramil, penyuluh Brigade Pangan dan anggota kelompok tani.
Inneke Kusumawaty menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, Brigade Pangan, aparat dan kelompok tani menjadi kekuatan utama mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian di Bengkulu.
"Kementan berupaya optimalisasi lahan pertanian terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah," ungkapnya. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Central Bengkulu of Bengkulu [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
