Tanam Bersama, Polbangtan Bogor bersama Kepala BPPSDMP Perkuat Transformasi Pertanian Modern Jambi
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Batanghari, Jambi (B2B) - Momentum percepatan swasembada pangan nasional terus digelorakan di Provinsi Jambi, Senin (16/03), Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti memimpin langsung ´Gerakan Tanam Padi Bersama´ pada lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Provinsi Jambi, yang dipusatkan di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti hadir di Jambi didampingi Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto. Turut hadir Asisten II Bupati Batanghari, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Batanghari dan perwakilan Kodim 0415/Jambi, Kepala Bapeltan Jambi dan Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi.
Penanaman dilakukan secara simbolis di hamparan Lorong Manggis, Kelurahan Pasar Baru. Lokasi ini mencakup luasan 19 hektar, bagian dari total luasan pengembangan lahan 114 hektare di wilayah tersebut. Gerakan tanam melibatkan peran aktif Brigade Pangan Sugih Mukti Milenial, motor penggerak transformasi pertanian modern di Kabupaten Batanghari.
Kegiatan ´Gerakan Tanam Padi Bersama´ di Provinsi Jambi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa gerakan tanam padi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Batanghari, Jambi, merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional.
“Gerakan tanam serentak merupakan bukti nyata, seluruh elemen pertanian bergerak bersama untuk memperkuat produksi pangan nasional. Pemerintah terus mendorong percepatan tanam melalui optimalisasi lahan, pengembangan cetak sawah rakyat dan pemanfaatan teknologi pertanian modern agar produktivitas petani semakin meningkat,” katanya.
Mentan Amran Sulaiman mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan dan dukungan lembaga pendidikan vokasi seperti Polbangtan yang turut aktif mendampingi petani di lapangan.
“Kolaborasi ini sangat penting. Ketika penyuluh, petani, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi vokasi pertanian bersatu, maka percepatan tanam dan peningkatan produksi bisa kita capai lebih cepat. Inilah kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh,” tegasnya.
Menurut Mentan Amran, pemanfaatan mekanisasi pertanian seperti transplanter dan sistem tanam modern juga menjadi bagian penting transformasi pertanian menjadi lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.
“Kementan akan terus memastikan seluruh program peningkatan produksi berjalan optimal di lapangan. Dengan kerja bersama dan semangat para petani, kami optimistis target swasembada pangan segera terwujud,” katanya.
Polbangtan Bogor
Dalam arahannya di Kabupaten Batanghari, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti mengapresiasi semangat para petani dan penyuluh Jambi, sebagai bagian dari ´Roadshow Ramadhan´, berupa berkeliling dari daerah ke daerah untuk memastikan gerakan tanam tidak terhenti demi mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT).
"Semangatnya luar biasa. Petani kita terbiasa menanam setiap hari, maka saya yakin target kita tercapai. Saya juga melihat para penyuluh dan Brigade Pangan siap di lapangan," ujar Idha.
Kabadan menekankan empat poin krusial bagi keberlanjutan program yakni produktivitas penyuluh: penyuluh harus tetap produktif dalam mendorong petani dan Brigade Pangan untuk memaksimalkan penanaman di lokasi CSR, operasionalisasi Brigade Pangan yang telah dibentuk agar segera operasional menjalankan usahatani secara mandiri dan profesional di lokasi Oplah maupun CSR.
"Kedisiplinan, menekankan pada seluruh penyuluh untuk tetap disiplin dan tertib bekerja sesuai aturan yang berlaku. Kesiapan Brigade Pangan, memastikan seluruh anggotanya selalu siap melakukan penanaman serentak," katanya lagi.
Kegiatan menjadi kian strategis dengan kehadiran Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto yang telah mengawal persiapan lahan sejak sepekan terakhir.
Asisten II Bupati Batanghari dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap program Kementan. Pemkab Batanghari berkomitmen terus memfasilitasi kebutuhan petani, terutama integrasi mekanisasi pertanian yang saat ini tengah digalakkan melalui bantuan Alsintan dari Kementan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menegaskan bahwa keterlibatan Polbangtan Bogor dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi di Jambi merupakan bagian dari komitmen vokasi pertanian mendukung percepatan transformasi pertanian modern Indonesia.
“Gerakan tanam menjadi ruang pembelajaran nyata bagi penguatan kapasitas SDM pertanian. Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus hadir langsung di lapangan untuk mendampingi petani, penyuluh, dan Brigade Pangan mengadopsi teknologi pertanian modern,” katanya.
Dia menambahkan, keterlibatan Polbangtan Bogor pada pengembangan CSR di Kabupaten Batanghari merupakan bagian dari strategi integrasi antara pendidikan, pelatihan, dan praktik pertanian modern berbasis kawasan.
“Mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik Polbangtan tidak hanya belajar di kelas, juga berkontribusi langsung dalam proses pembangunan pertanian. Melalui pendampingan di lapangan seperti ini, kita ingin memastikan generasi muda pertanian mampu menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Kolaborasi ini menjadi pondasi penting untuk mencetak SDM pertanian yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan pertanian masa depan.
Kegiatan diakhiri penanaman padi menggunakan mesin transplanter dan tabela, sebagai simbol kolaborasi antara teknologi modern dan kearifan lokal dalam mewujudkan ketahanan pangan bangsa. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
