10 Hari Ditempa, Mahasiswa Baru Polbangtan Kementan Siap jadi Generasi Penggerak Pertanian

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


10 Hari Ditempa, Mahasiswa Baru Polbangtan Kementan Siap jadi Generasi Penggerak Pertanian
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan mahasiswa baru mengikuti pelatihan fisik, baris-berbaris, simulasi ketarunaan, pembinaan kerohanian, dinamika kelompok, hingga penugasan terstruktur yang menumbuhkan kemampuan bekerjasama dan bertanggung jawab.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Memasuki Tahun Akademik (TA) 2026/2027, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menggelar Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama) bagi mahasiswa baru, berlangsung intensif pada 20 - 29 Agustus 2026, sebagai tahap awal pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa korsa serta kesiapan mahasiswa mengikuti pendidikan tinggi vokasi pertanian. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Mabidama diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Polbangtan Bogor TA 2026/2027 dari Kampus Cibalagung dan Kampus Cinagara. Selama 10 hari, mahasiswa mendapatkan pembinaan terstruktur melalui sejumlah kegiatan akademik, ketarunaan, fisik, mental, kerohanian, kepemimpinan hingga kerja sama tim.

Berbeda dengan kegiatan pengenalan mahasiswa baru pada umumnya, Mabidama dirancang sebagai proses pembinaan awal yang komprehensif. 

Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, juga dipersiapkan memahami nilai-nilai ketarunaan, etika akademik, integritas, tanggung jawab, serta karakter yang dibutuhkan sebagai insan pertanian profesional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, juga mempunyai karakter kuat, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian. 

“Pertanian membutuhkan generasi muda berani, disiplin, kompeten dan memiliki integritas. Pendidikan vokasi pertanian harus mampu membentuk mahasiswa menjadi SDM yang siap bekerja, siap berinovasi, dan siap turun menjawab tantangan pertanian di lapangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan Mabidama menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa sejak awal memasuki pendidikan vokasi pertanian. 

“Kami ingin mahasiswa sejak awal memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab besar sebagai generasi penerus pembangunan pertanian. Mereka harus memiliki mental kuat, mampu bekerja dalam tim, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan pertanian Indonesia,” katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki karakteristik berbeda, karena mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, juga mampu menerapkan kompetensi secara langsung. 

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Mabidama juga menjadi momentum untuk menyatukan mahasiswa baru dari dua kampus yakni Cibalagung dan Cinagara. Dinamika kelompok dan berbagai penugasan bersama, mahasiswa didorong membangun komunikasi, solidaritas, kepedulian dan rasa kekeluargaan tanpa membedakan asal kampus.

Menurutnya, Mabidama merupakan langkah pertama mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan sebagai mahasiswa pendidikan vokasi pertanian. 

“Kami ingin mahasiswa baru memahami bahwa ketika mereka memilih Polbangtan Bogor, mereka bukan hanya memilih tempat untuk mendapatkan ijazah," kata Yoyon.

Mereka sedang mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi yang akan berkontribusi langsung terhadap pembangunan pertanian Indonesia.

Dia menekankan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu nilai penting yang harus dimiliki mahasiswa. “Disiplin bukan berarti membatasi mahasiswa, tetapi membentuk kebiasaan positif." 

Mahasiswa harus belajar mengelola waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, mampu bekerja sama, menghargai orang lain, dan memiliki integritas. Nilai-nilai tersebut yang akan menjadi bekal mereka ketika terjun ke masyarakat dan dunia kerja.

Membangun Kebersamaan
Menurut Yoyon Haryanto, Mabidama juga diharapkan mampu membangun rasa kebersamaan di antara mahasiswa baru. “Mereka datang dari latar belakang yang berbeda dan dari dua kampus yang berbeda."

"Melalui Mabidama, Kementan ingin membangun satu keluarga besar mahasiswa Polbangtan Bogor. Mereka belajar bersama, berproses bersama, dan nantinya diharapkan tumbuh menjadi generasi pertanian yang saling mendukung."

Sejumlah materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, pengenalan kehidupan kampus, serta wawasan mengenai dunia pertanian modern. 

Mahasiswa juga mengikuti pelatihan fisik, baris-berbaris, simulasi ketarunaan, pembinaan kerohanian, dinamika kelompok, hingga penugasan terstruktur yang menumbuhkan kemampuan bekerjasama dan bertanggung jawab.

Seluruh kegiatan mendapatkan pengawasan dan pendampingan dari panitia serta unsur pembina untuk memastikan pelaksanaan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan tata tertib institusi. 

Bagi mahasiswa baru, sepuluh hari Mabidama menjadi pengalaman pertama untuk beradaptasi dengan pola pendidikan vokasi yang menuntut kedisiplinan dan intensitas praktik yang tinggi. 

Lebih dari sekadar kegiatan penyambutan, Mabidama  menjadi ´gerbang pertama´ perjalanan mahasiswa Polbangtan Bogor untuk menempa diri menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, berintegritas, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian.

Dari kampus, mereka dipersiapkan. Dari praktik dan pengalaman, mereka ditempa. Dan dari sanalah diharapkan lahir generasi muda pertanian yang siap menjaga keberlanjutan pangan Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.