Polbangtan Kementan Pastikan Kesiapan Lahan Gertam IP 200 di Batanghari

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Polbangtan Kementan Pastikan Kesiapan Lahan Gertam IP 200 di Batanghari
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto [kiri] koordinasi lapangan dengan pihak-pihak terkait bagi kelancaran pelaksanaan Gertam di Provinsi Jambi, yang dipusatkan di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

 

Batanghari, Jambi (B2B) - Persiapan Gerakan Tanam (Gertam) Bersama dengan target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 200 terus dimatangkan. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor memastikan kesiapan lahan dan berbagai kebutuhan pendukung di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan pengecekan lapangan dilakukan Kamis (20/8) pada sejumlah lokasi Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Peninjauan untuk melihat kondisi lahan, ketersediaan sarana produksi, serta dukungan irigasi yang menjadi bagian penting pelaksanaan Gertam.

Yoyon Haryanto didampingi Ketua Tim Kerja Humas dan Sistem Informasi Terpadu (SIT) serta Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Batanghari. Koordinasi dengan penyuluh dilakukan untuk menyelaraskan kondisi aktual lahan, kesiapan petani, dan rencana tanam.

Percepatan tanam menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempatkan percepatan tanam sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum produksi nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.

Sejalan dengan arah tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pertanaman melalui pemanfaatan lahan secara optimal.

“Peningkatan Indeks Pertanaman menjadi IP 200 merupakan salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produksi pangan. 

Karena itu, sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder harus terus diperkuat agar setiap potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Idha.

Peningkatan produktivitas juga membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang mampu menerapkan pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan lapangan. 

Perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran penting untuk menjembatani pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dengan persoalan nyata yang dihadapi petani.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin mengatakan perguruan tinggi vokasi pertanian perlu mengambil bagian dalam mendukung program prioritas Kementerian Pertanian melalui penguatan kompetensi dan penerapan pengetahuan di lapangan.

Menurut Amin, keterlibatan Polbangtan dalam kegiatan pertanian menjadi bagian dari upaya memastikan pendidikan vokasi tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian dan masyarakat.

Polbangtan Bogor

Di tingkat lapangan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengecekan dan koordinasi langsung bersama penyuluh serta petani. Direktur Polbangtan Bogor mengatakan kesiapan setiap unsur perlu dipastikan sejak awal agar gerakan tanam dapat berjalan efektif.

“Kesiapan lahan, sarana produksi, irigasi, dan petani harus dipastikan secara menyeluruh. Karena itu, pengecekan langsung di lapangan menjadi bagian penting agar ketika gerakan tanam dilaksanakan, seluruh unsur sudah siap bergerak bersama,” ujar Yoyon.

Yoyon menambahkan, Polbangtan Bogor berkomitmen untuk terus mendukung pendampingan petani dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak di daerah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mendorong peningkatan Indeks Pertanaman. Dengan kesiapan yang dibangun sejak awal, Gerakan Tanam Bersama diharapkan tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga mampu menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan. [and/wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

 

Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said

He stated that increasing farmers´ knowledge .and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.