Swasembada Pangan Nasional, Polbangtan Kementan Gertam Serempak di Batanghari
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Batanghari, Jambi (B2B) - Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pencapaian Swasembada Pangan Nasional secara berkelanjutan, Kementerian Pertanian RI c.q. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menunjukkan komitmen nyatanya di lapangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum produksi nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa percepatan tanam dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, petani serta seluruh pemangku kepentingan di daerah.
“Peningkatan Indeks Pertanaman menjadi IP 200 merupakan salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produksi pangan," katanya.
Sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder harus terus diperkuat agar setiap potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.”
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis mendukung percepatan program swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.
“Polbantan tidak hanya berperan mencetak SDM pertanian, juga harus hadir dan terlibat langsung mendukung program prioritas Kementan," katanya.
Melalui pendampingan dan kolaborasi di lapangan, kita ingin memastikan bahwa pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan pendidikan pertanian dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Polbangtan Bogor
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, hadir langsung memimpin jalannya Gerakan Tanam Serempak Indeks Pertanaman (IP) 200 di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Jumat, (21/08/2026), dengan luasan lahan 1,4 hektar.
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari upaya komprehensif percepatan tanam (Luas Tambah Tanam/LTT), optimalisasi pemanfaatan lahan cetak sawah baru, serta peningkatan produksi padi nasional guna memperkuat ketahanan pangan baik di tingkat regional maupun nasional.
Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh berbagai unsur pimpinan dan masyarakat setempat, di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari; perwakilan BBRPM Jambi; Kepala Tata Usaha Bapeltan Jambi; Camat Muara Bulian; Kapolsek Muara Bulian; Kepala Desa Sridadi; Babinsa Desa Sridadi; Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Batang Hari; Koordinator Penyuluh Kecamatan Muara Bulian; anggota Brigade Pangan; dan petani.
Gertam Bersama
Dalam arahannya di sela-sela penanaman, Yoyon menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengawal program percepatan tanam ini.
Peningkatan Indeks Pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 memerlukan kerja keras, kedisiplinan pengelolaan air, serta penerapan teknologi yang tepat guna agar produktivitas hasil panen dapat berlipat ganda.
“Gerakan Tanam Serempak IP 200 ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata kehadiran negara melalui Kementerian Pertanian untuk mendampingi para petani," kata Yoyon Haryanto.
Dengan memanfaatkan lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat secara maksimal, kita optimistis Kabupaten Batanghari mampu menjadi salah satu lumbung pangan yang diandalkan di Provinsi Jambi,” ujar Yoyon.
Melalui sinergi lintas instansi ini, pelaksanaan Gerakan Tanam IP 200 di Kelurahan Sridadi diharapkan dapat berjalan optimal, meningkatkan indeks pertanaman, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani dan peningkatan produktivitas pangan di Kabupaten Batanghari. [sdr/wisda/timhumas polbangtanbogor]
Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
