Perkuat Sinergi Brigade Pangan, Kementan Dorong Percepatan Tanam Bengkulu

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Perkuat Sinergi Brigade Pangan, Kementan Dorong Percepatan Tanam Bengkulu
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan [ke-4 kanan] bersama TNI AD, pejabat Distan Bengkulu dan penyuluh setempat pantau lokasi CSR di Talang Kebun seluas 5 hektar.

 

Kota Bengkulu, Bengkulu (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) BBPKH Cinagara memperkuat sinergi lintas sektor, dalam upaya percepatan tanam dan peningkatan produksi pangan nasional di Provinsi Bengkulu.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan bersama tim sebagai melaksanakan ´Koordinasi Strategis dan Monitoring´ pada sejumlah wilayah, Sabtu (11/4).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi utama menjaga ketahanan pangan nasional.

“Percepatan tanam harus dilakukan secara masif dan terukur dengan dukungan seluruh pihak, dari pusat hingga daerah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kolaborasi lintas sektor.

“Brigade Pangan berperan tidak hanya dalam percepatan tanam, juga dalam meningkatkan kapasitas petani agar adaptif terhadap teknologi dan tantangan lapangan,” jelasnya.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan mengatakan kegiatan diawali koordinasi bersama Balai Besar Riset dan Mekanisasi Pertanian (BBRMP) Bengkulu terkait progress kegiatan dan rencana tanam di Desa Sukarami, Kabupaten Rejang Lebong. 

"Pertemuan tersebut juga membahas penguatan infrastruktur pengairan melalui usulan irigasi perpipaan dan dam parit," katanya.

Inneke Kusumawaty mengatakan, koordinasi turut melibatkan Direktorat Konservasi Lahan Pertanian yang diwakili Arfin guna memastikan kesesuaian teknis dan dukungan kebijakan berjalan selaras.

Inneke menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor krusial mendukung keberhasilan percepatan tanam.

“Ketersediaan air harus dipastikan melalui perencanaan irigasi yang matang dan terintegrasi agar budidaya berjalan optimal,” katanya.

Monitoring CSR

Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu terkait monitoring lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR).

"Kegiatan ini dilakukan bersama Balai Lingkungan dan Irigasi Pertanian (BLIP) Palembang untuk memverifikasi kondisi lahan dan kesiapan teknis menjelang masa tanam," ungkap Inneke Kusumawaty.

Koordinasi lintas sektor juga dilaksanakan di Kabupaten Seluma dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. 

Inneke Kusumawaty menambahkan, pembahasan difokuskan pada sinkronisasi program CSR, pengajuan irigasi pompa, irigasi perpipaan, dam parit, serta kesiapan tanam. 

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa sebagian alat dan mesin pertanian (Alsintan) telah diterima, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.

Pantau Lahan CSR

Sebagai tindak lanjut, tim melakukan monitoring langsung ke lahan CSR di Talang Kebun seluas 5 hektare yang direncanakan menjadi lokasi tanam serempak.

“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan paralel, mulai dari kesiapan irigasi, alsintan, hingga jadwal tanam. Lahan yang sudah siap tidak boleh tertunda,” tegas Inneke.

Dia menambahkan, monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga konsistensi pelaksanaan program di lapangan.

Melalui koordinasi intensif dan monitoring lapangan, Kementan optimistis percepatan tanam di Bengkulu dapat berjalan optimal serta berkontribusi pada peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]


 

 

 

New layer...

 

Bengkulu City of Bengkulu [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.