SBY: Jangan Tergantung Sapi dan Kedelai Impor
Yudhoyono: Indonesia Not to be Dependent on Imported Soy and Cow
Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Sidrap (B2B) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kebutuhan kedelai dan daging sapi tidak lagi mengandalkan impor dari Australia dan Selandia Baru, karena tidak baik bagi perekonomian nasional khususnya bagi petani dan peternak.
"Jangan hanya tergantung pada Australia dan Selandia Baru, tidak baik bagi Indonesia. Mestinya di negara sendiri kita kembangkan sapi dan daging sapi," kata Presiden SBY saat mengunjungi peternakan sapi PT Berdikari United Livestock (Buls) di Desa Bila Pituriase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Sabtu (22/2) pagi.
Pemerintah terus mendukung pengembangan usaha peternakan sapi, seperti di Sidrap ini. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, juga untuk meningkatkan ketersediaan daging sapi di seluruh Indonesia.
Presiden SBY meminta Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terus mendorong dan mengembangkan peternakan di wilayahnya.
"Mengapa? Karena ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik, penghasilan orang seorang meningkat, kebuttuhan untuk makanan yang lebih bergizi juga terus meningkat. Kesimpulannya, peternakan sapi merupakan bisnis atau usaha yang prospeknya bagus," ungkap Presiden.
Sidrap, South Sulawesi (B2B) - Indonesian President, Susilo Bambang Yudhoyono urges not to depend on imported cow and soy commodities from Australia and New Zealand to fulfill domestic needs since it is not good for national economy, particularly for farmers and breeders.
"Do not solely rely on import from those countries, it is not good for the country. We should breed our own cows and beef," he said while visiting PT Berdikari United Livestock (Bulls), cow breeding company, in Bila Pituriase village, Sidenreng Rappang (Sidrap) regency, South Sulawesi, Saturday morning (22/2).
The government continues encouraging cow farming, such as this one in Sidrap. othe rthan improving breeders´ welfare, it is also to increase beef stock in the country.
The President asked Governor of South Sulawesi, Syahrul Yasin Limpo, to keep developing such business in the province.
"Why so? since Indonesian economy is getting better, people earn more money, and the need for nutritional food also rises. Shortly, this business has a good prospect," he said.
