Petani Milenial Jambi, Polbangtan Kementan Dukung Gertam Serempak 50 Ribu Hektar
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Muaro Jambi, Jambi (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut mengambil bagian dalam menyukseskan Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektar yang dilaksanakan pada lokasi Optimasi Lahan (Oplah) 2024–2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 di seluruh Indonesia, belum lama ini.
Untuk wilayah Provinsi Jambi, kegiatan aksi tanam padi dipusatkan di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi dengan luas tanam mencapai 15 hektar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi pangan nasional sekaligus mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Aksi tanam padi di lahan Kelompok Tani Karya Bersama berlangsung penuh semangat dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, penyuluh pertanian, petani, serta generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa gerakan tanam serempak merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan produksi beras nasional melalui optimalisasi seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia.
"Gerakan tanam serempak ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan percepatan tanam," katanya.
Kita ingin memastikan produksi pangan terus meningkat sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keberhasilan program peningkatan produksi pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, juga kualitas SDM pertanian yang mendampingi di lapangan.
"Peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas SDM pertanian. Karena itu, BPPSDMP terus mendorong peran pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan regenerasi petani agar teknologi dan inovasi dapat diterapkan secara optimal oleh petani di seluruh Indonesia," ungkap Santi.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa keterlibatan Polbangtan Bogor pada Gertam Serempak merupakan bagian dari komitmen institusi pendidikan vokasi pertanian mendukung program strategis Kementan.
"Polbangtan Bogor tidak hanya berperan dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten, juga hadir langsung mendampingi program-program strategis di lapangan," kataya.
Tentunya, ungkap Yoyon Haryanto, melalui sinergi dengan petani, penyuluh, pemerintah daerah dan Brigade Pangan, Kementan optimistis target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai.
Menurutnya, suasana Gertam Serempak di Desa Pudak semakin semarak dengan keterlibatan aktif Brigade Pangan Pudak Lentera Milenial dan Agro Jaya Pudak.
"Para petani muda bahu-membahu bersama petani senior melakukan penanaman padi, menunjukkan bahwa sektor pertanian semakin diminati oleh generasi muda sebagai bidang usaha yang modern, produktif, dan menjanjikan," katanya.
Regenerasi Petani
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menilai kehadiran petani milenial dalam kegiatan tersebut menjadi indikator positif keberhasilan program regenerasi petani yang selama ini terus didorong Kementerian Pertanian.
"Kehadiran generasi muda di sektor pertanian menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan pertanian Indonesia. Melalui program Brigade Pangan, pendidikan vokasi, dan berbagai pendampingan, kami ingin mencetak petani muda yang adaptif terhadap teknologi dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerahnya," jelas Amin.
Usai kegiatan tanam, kata Yoyon Haryanto, seluruh peserta mengikuti diskusi terpadu yang melibatkan unsur kementerian, dinas terkait, penyuluh pertanian, dan petani.
"Forum tersebut menjadi wadah serap aspirasi sekaligus penguatan sinergi dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Muaro Jambi," ungkapnya lagi.
Menurut Yoyon Haryanto, tiga isu utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi optimalisasi lahan, pendampingan teknologi, dan penguatan kapasitas petani milenial.
Pada saat yang bersamaan, Direktur Polbangtan Bogor juga tengah melaksanakan tugas strategis lainnya dengan mendampingi kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kehadiran Polbangtan Bogor pada berbagai agenda strategis tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung pembangunan pertanian nasional, khususnya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Melalui gerakan tanam serempak ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, penyuluh, petani, dan generasi muda diharapkan semakin kuat dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional serta mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Muaro Jambi of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
