Puskeswan Profesional, UPT Kementan Perkuat Kompetensi 30 Dokter Hewan dari 4 Provinsi

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Puskeswan Profesional, UPT Kementan Perkuat Kompetensi 30 Dokter Hewan dari 4 Provinsi
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty membuka ´Pelatihan Tematik Pelayanan Puskeswan´ yang digelar BBPKH Cinagara bekerja sama dengan BVet Bukittinggi, untuk meningkatkan profesionalitas dan pelayanan kesehatan hewan di Sumatera.

 

Bukititnggi, Sumbar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus memperkuat kompetensi SDM veteriner, untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan kesehatan hewan di tingkat masyarakat.  

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan sebanyak 30 dokter hewan dari empat provinsi di Sumatera mengikuti ´Pelatihan Tematik Pelayanan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)´ yang digelar BBPKH Cinagara bekerja sama dengan Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi.

Pelatihan resmi dibuka di Aula BVet Bukittinggi, Selasa (1/9) yang dirancang untuk memperkuat kemampuan dokter hewan memberikan pelayanan cepat, tepat, profesional dan sesuai standar, sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan hewan di wilayah kerja masing-masing.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan salah satu fondasi penting membangun sektor pertanian yang kuat, termasuk subsektor peternakan dan kesehatan hewan.

“SDM adalah kekuatan utama. Kita membutuhkan tenaga yang kompeten, profesional dan mampu bekerja cepat di lapangan. Peningkatan kompetensi harus terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

Sejalan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan peserta, juga dari penerapannya setelah kembali ke unit kerja.

“Pelatihan tidak boleh berhenti pada peningkatan pengetahuan. Kompetensi harus dapat diterapkan dan  memberi dampak nyata terhadap peningkatan kinerja serta pelayanan di lapangan,” katanya.

BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan sebanyak 30 peserta berasal dari empat provinsi, terdiri atas 16 dokter hewan dari Sumatera Barat, Riau dan Jambi masing-masing 6, dan 2 dari Kepulauan Riau. 

"Komposisi peserta lintas wilayah, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai berbagai kondisi, tantangan dan praktik pelayanan kesehatan hewan di daerah," katanya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, peningkatan kompetensi dokter hewan merupakan investasi penting untuk memastikan pelayanan kesehatan hewan di tingkat masyarakat berjalan profesional dan orientasi pada kebutuhan.

“Kompetensi SDM menjadi fondasi utama kualitas pelayanan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, juga kemampuan yang dapat langsung diterapkan ketika kembali memberikan pelayanan di wilayah masing-masing,” katanya.

Menurut Inneke Kusumawaty, kerja sama BBPKH Cinagara dan BVet Bukittinggi menjadi contoh penting sinergi antarunit kerja Kementan menerjemahkan kebutuhan lapangan menjadi program peningkatan kompetensi yang tepat sasaran.

“Ketika lembaga pelatihan dan unit teknis bersinergi, kebutuhan kompetensi di lapangan dapat diterjemahkan menjadi program pelatihan lebih tepat sasaran," katanya.

Harapannya, ungkap Inneke Kusumawaty, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan kesehatan hewan yang semakin berkualitas.

Kolaborasi Strategis
Kepala BVet Bukittinggi, Tangguh Pitona apresiasi kolaborasi tersebut, karena peningkatan kapasitas SDM medik dan paramedik veteriner menjadi bagian penting memperkuat pelayanan kesehatan hewan, khususnya di wilayah kerja BVet Bukittinggi.

“Ini menjadi momentum penting untuk kembali meningkatkan kompetensi SDM medik dan paramedik veteriner. Kami berharap sinergi dengan BBPKH Cinagara terus berlanjut melalui berbagai pelatihan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Widyaiswara BBPKH Cinagara, Heris Kustiningsih, mengatakan Puskeswan memiliki posisi strategis, karena menjadi salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan hewan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Puskeswan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di masyarakat. Kompetensi petugas harus terus diperkuat agar mampu memberikan pelayanan yang tepat, cepat, dan sesuai standar,” katanya.

Dia menambahkan, pelatihan tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, juga kemampuan peserta mengidentifikasi persoalan, mengambil keputusan dan menerapkan kompetensi pada situasi nyata.

“Yang kita bangun bukan hanya pengetahuan, juga kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Harapannya, setelah kembali ke unit kerja masing-masing, peserta dapat langsung mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh,” katanya.

Kompetensi Pelayanan
Ketua Tim Kerja Penyelenggara Pelatihan Aparatur dan Nonaparatur, Nafrina Lanniari menambahkan, pelatihan disusun secara tematik dengan materi yang fokus pada kebutuhan kompetensi pelayanan Puskeswan.

“Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi pelayanan Puskeswan. Peserta mendapatkan penguatan materi dan pengalaman pembelajaran yang diarahkan agar dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing,” katanya.

Nafrina Lanniari menambahkan, keberagaman latar belakang peserta juga menjadi kekuatan proses pembelajaran. Peserta dapat saling berbagi pengalaman mengenai karakteristik wilayah, tantangan pelayanan, serta solusi yang telah diterapkan di daerah masing-masing.

“Peserta datang dari karakteristik wilayah dan pengalaman pelayanan yang berbeda. Ini kesempatan saling berbagi praktik, tantangan, dan solusi sehingga pembelajaran tidak hanya berasal dari pengajar, juga dari pengalaman peserta,” katanya.

Dampak Langsung
Dalam sambutannya, Inneke Kusumawaty menegaskan bahwa melalui pelatihan tersebut, BBPKH Cinagara dan BVet Bukittinggi mendorong agar peningkatan kompetensi peserta memberikan dampak langsung setelah mereka kembali ke unit kerja. 

"Dokter hewan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk menghadirkan pelayanan Puskeswan yang semakin responsif, profesional, dan sesuai standar," katanya.

Penguatan kapasitas SDM veteriner tersebut pada akhirnya diharapkan turut mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat melalui pelayanan kesehatan hewan yang berkualitas. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

Bukittinggi of West Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.