UPT Pelatihan Kementan Siapkan Gen Z Terjun ke DuDi Sektor Pertanian

Indonesian Center for Agriculture Training (ICAT) Lembang

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


UPT Pelatihan Kementan Siapkan Gen Z Terjun ke DuDi Sektor Pertanian
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan PKL menjadi upaya Kementan, untuk mencetak generasi muda pertanian seperti Fakhriyatu Aghyna Mardlotillah, mahasiswi Semester 6 Fakultas MIPA Jurusan Biologi UNY, mengikuti PKL selama tiga bulan.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Seorang mahasiswi jurusan Biologi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di Universitas Negeri Yogyakarta UNY) telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama tiga bulan, 8 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada UPT Pelatihan Kementerian Pertanian RI (Kementan).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan PKL menjadi salah satu upaya Kementan, untuk mencetak generasi muda yang siap terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi).

Dukungan dan pendampingan BBPP Lembang bagi mahasiswa/i selaku Gen Z sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa regenerasi pertanian pertanian sangat vital bagi Indonesia, untuk mengembangkan pertanian modern berkelanjutan.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional," katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan selama PKL, Fakhriyatu Aghyna Mardlotillah akrab disapa Aghyn, mahasiswi Semester 6 Fakultas MIPA Jurusan Biologi UNY menunjukkan semangat tinggi melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yakni pada Laboratorium Agensia Hayati dibimbing widyaiswara dan petugas lapangan. 

"Juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan gratis dari BBPP Lembang yaitu Pelatihan Agribisnis Tomat Beef dengan Sistem Irigasi Tetes dengan fasilitator widyaiswara BBPP Lembang," katanya.

Sebelum menuntaskan kegiatan PKL, ungkap Ajat Jatnika, dilaksanakan seminar hasil. Guna memaparkan hasil kegiatan PKL-nya di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji tentang ´Eksplorasi dan Aplikasi Jamur Entomopatogen (Metarhiziumsp) pada Ulat Hongkong (Tanebrio molitor) di BBPP Lembang.´

Ajat Jatnika menambahkan, sarana berlatih di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, salah satunya dapat dimanfaatkan para generasi muda untuk mempelajari agribisnis secara nyata.

“Saya harap sekembalinya dari BBPP Lembang bisa menyelesaikan tanggung jawab studinya dengan baik di kampus. Selanjutnya, setelah lulus kuliah diharapkan bisa terjun ke dunia pertanian sebagai wirausahawan muda pertanian," ungkapnya.

Pengalaman PKL

Fakhriyatu Aghyna Mardlotillah atau yang akrab disapa Aghyn menceritakan serunya PKL selama 2 bulan di BBPP Lembang.

"PKL di BBPP Lembang menjadi pengalaman baru. Di sini, saya bisa eksplorasi sendiri jamur karena kalau di kampus sudah disediakan," kata Aghyn.

Dia mengakui, pimpinan dan para pegawai BBPP Lembang santun dan ramah serta sangat membantu dirinya pada proses praktik kerja dan menyelesaikan laporan. [chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.