Mahasiswa Bawa Aspirasi Petani pada Mentan Amran, Hand Tractor Tiba di Pohuwato Dini Hari
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gorontalo (B2B) - Di tengah kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, seorang mahasiswa tiba-tiba meminta kesempatan berbicara untuk menyampaikan aspirasi petani dari kampung halamannya.
Aspirasi tersebut langsung direspons Mentan Amran dengan memberikan satu unit hand tractor yang beberapa jam kemudian telah tiba di lokasi petani di Kabupaten Pohuwato.
Mahasiswa tersebut adalah Husna Rupu, mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo asal Kecamatan Popayato Barat.
Di hadapan ratusan peserta, ia mengaku datang bukan untuk menyampaikan kepentingan pribadi, melainkan membawa amanat petani yang membutuhkan dukungan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.
“Bapak Menteri Pertanian, saya sebagai mahasiswa dari wilayah barat Gorontalo menyampaikan aspirasi petani yang dititipkan kepada saya. Gorontalo memang menjadi tempat Penas, tetapi di Gorontalo bagian barat petaninya belum sejahtera," katanya.
"Masyarakat petani sawah memberikan mandat kepada saya untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Bapak Menteri dan meminta solusi konkret,” ujar Husna dalam dialog bersama Mentan Amran, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Husna, terdapat lahan sawah sekitar lima hektare yang membutuhkan dukungan alat pertanian agar pengelolaannya lebih optimal dan produktivitas petani meningkat.
Respons Cepat
Mendengar aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung merespons dan memerintahkan jajarannya memberikan satu unit hand tractor kepada kelompok tani yang diwakili mahasiswa tersebut.
“Ini minta hanya lima hektare. Kasih hand tractor satu sekarang. Kamu bawa pulang. Bawakan ke petaninya. Bawa pulang itu hand tractor dari Pak Menteri. Olah itu. Inilah bentuk keadilan. Karena membangun Nusantara tidak mudah.
"Kalau berteriak gampang. Mau bantu petani atau ribut? Sekarang hand tractor itu bawa pulang kasih ke petani,” tegas Mentan Amran.
Idealisme Mahasiswa
Menurut Mentan Amran, keberanian mahasiswa memperjuangkan kepentingan petani merupakan bentuk idealisme yang harus didukung.
Mahasiswa, kata dia, harus hadir sebagai penyambung suara rakyat dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya suka dia karena memperjuangkan orang kecil. Jadi jelas perjuangannya. Yang saya bangga adalah idealisme mahasiswa, bukan memperjuangkan dirinya sendiri, tetapi memperjuangkan rakyat,” ujarnya.
Janji yang disampaikan Mentan Amran di hadapan mahasiswa dan petani tidak berhenti di ruang dialog. Hanya beberapa jam setelah aspirasi itu disampaikan, satu unit hand tractor langsung menuju Desa Molosipat Utara, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, dan Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, bantuan tersebut tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Kota Gorontalo. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Gorontalo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
