IFAD Kunjungi Polbangtan, Tinjau Keberhasilan YESS dan Penjajakan Program YESSI
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda pertanian mendapat perhatian dari International Fund for Agricultural Development (IFAD). Hal tersebut tampak pada kunjungan delegasi IFAD dari Fiji dan Australia ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (28/8).
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan pengembangan program baru sebagai kelanjutan dari keberhasilan pelaksanaan Program YESS di Indonesia, yang diharapkan dapat meneruskan dampak positif YESS memperkuat kapasitas, kewirausahaan, serta peningkatan pendapatan generasi muda di sektor pertanian.
Dalam kunjungannya, delegasi IFAD terlebih dahulu melihat secara langsung berbagai aktivitas dan ekosistem pendidikan vokasi pertanian yang dikembangkan di Polbangtan Bogor.
Kampus menjadi salah satu bagian penting pengembangan SDM pertanian melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta penguatan jejaring kewirausahaan bagi generasi muda.
Setelah mengunjungi Polbangtan Bogor, rombongan melanjutkan perjalanan menuju P4S Kampung Kasih, Tamansari, Kabupaten Bogor.
Di lokasi tersebut, delegasi IFAD berkesempatan bertemu langsung dengan sejumlah penerima manfaat Program YESS. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi IFAD untuk melihat lebih dekat bagaimana intervensi program diterjemahkan menjadi aktivitas usaha yang nyata di tingkat penerima manfaat.
Testimoni
Tidak hanya penerima manfaat dari P4S Kampung Kasih, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah petani muda penerima hibah kompetitif Program YESS.
Mereka turut berbagi pengalaman mengenai proses pengembangan usaha, pemanfaatan dukungan program, hingga perubahan yang dirasakan setelah mendapatkan pendampingan dan intervensi melalui YESS.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah kemampuan para penerima manfaat dalam meningkatkan pendapatan melalui usaha yang mereka jalankan.
Perwakilan IFAD, Mr. Ovini tampak puas melihat perkembangan para petani muda penerima manfaat. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan melalui YESS tidak berhenti pada pemberian bantuan, juga mampu mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan usaha lebih produktif dan berkelanjutan.
Program Lanjutan
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi modal penting dalam merancang program lanjutan. Pengalaman YESS di Indonesia memberikan pembelajaran mengenai pendekatan yang efektif mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan usaha di sektor pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan( Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kemampuan, inovasi, dan jiwa kewirausahaan.
“Generasi muda adalah kekuatan baru pertanian Indonesia. Kita harus memastikan mereka memiliki akses terhadap pendidikan, teknologi, pembiayaan, pasar, dan pendampingan sehingga mampu menjadi petani modern yang produktif dan berdaya saing,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas generasi muda merupakan investasi penting bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin mengatakan, keberhasilan penerima manfaat YESS, bukti pentingnya sinergi pendidikan, pendampingan, akses usaha dan penguatan jejaring.
Kewirausahaan Pertanian
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto menambahkan bahwa kunjungan IFAD menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bagaimana ekosistem pendidikan dan pengembangan kewirausahaan pertanian dapat memberikan dampak hingga ke tingkat pelaku usaha.
“Polbangtan Bogor siap menjadi bagian dari penguatan SDM pertanian, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak," katanya.
Yoyon berharap pengalaman dan keberhasilan YESS dapat terus dikembangkan melalui program lanjutan sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik dan mampu membangun usaha di sektor pertanian.
Kunjungan IFAD tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah program pembangunan dapat diukur dari perubahan yang terjadi pada penerima manfaat.
Dari ruang pendidikan dan pendampingan, dukungan tersebut kemudian berkembang menjadi usaha nyata, peningkatan pendapatan, serta tumbuhnya optimisme generasi muda untuk membangun masa depan melalui sektor pertanian. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
