Kementan Dorong Penyuluh Lebih Adaptif Hadapi Arus Informasi Digital

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan Dorong Penyuluh Lebih Adaptif Hadapi Arus Informasi Digital
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP apresiasi antusias penyuluh pertanian Kota Bogor mengikuti ´Layanan Literasi´ guna membekali penyuluh dengan keterampilan literasi digital dan teknik kemas ulang informasi yang lebih efektif dan menarik.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Ditengah derasnya arus informasi digital, para penyuluh pertanian dituntut semakin adaptif dan kreatif dalam menyampaikan inovasi kepada petani. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) kembali menggelar ´Layanan Literasi´ di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan kegiatan tersebut untuk membekali penyuluh dengan keterampilan literasi digital dan teknik kemas ulang informasi yang lebih efektif dan menarik. Tujuannya, memperkuat diseminasi informasi sehingga dapat meningkatkan kapasitas penyuluh mengelola informasi dengan teknologi digital.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan eksplorasi serta peningkatan literasi di sektor pertanian, sebagai langkah strategis mempercepat tercapainya swasembada pangan, mendorong modernisasi pertanian sekaligus menarik minat dan peran aktif petani milenial.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa BB Pustaka memiliki peluang besar untuk bertransformasi dalam upaya meningkatkan literasi pertanian agar lebih adaptif dan berdampak luas.

BB Pustaka
Mewakili Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kota Bogor, Iwan Ruswandi. menekankan pentingnya penguasaan literasi digital bagi para penyuluh di era informasi saat ini. 

Dia berharap melalui kegiatan tersebut, para penyuluh dapat menyebarluaskan informasi pertanian secara tepat, akurat, dan menarik kepada masyarakat luas, khususnya kelompok tani binaan di wilayah Kota Bogor.

Selanjutnya sesi pertama diisi dengan pemaparan materi mengenai literasi informasi dan pengelolaan perpustakaan. Peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan unggulan yang disediakan oleh BB Pustaka untuk masyarakat serta mekanisme pemanfaatannya. 

Pustakawan Ahli Madya BB Pustaka, Riko Bintari Pertamasari menjelaskan terkait keberadaan tiga lokasi pelayanan utama yang dapat diakses oleh publik. Para pengunjung dapat mengunjungi layanan perpustakaan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Ketiga layanan adalah Kantor Pusat BB Pustaka di Jl Ir H Juanda No. 20; Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) di Jl Ahmad  Yani, serta Taman Baca di Dramaga. 

"Ketiga lokasi tersebut juga berfungsi sebagai pusat rujukan ilmu pengetahuan pertanian yang lengkap dan modern,” kata Riko Bintari.

Pencarian Informasi
Selanjutnya, para PPL dibekali dengan teknik pencarian informasi yang presisi melalui laman resmi BB Pustaka oleh Pustakawan Muda, Widaningsih. Materi ini difokuskan pada kemampuan menyaring informasi yang kredibel dan akurat.

"Para penyuluh memiliki landasan referensi kuat sebelum diseminasi pada petani di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa teknologi atau informasi yang sampai ke tangan petani adalah data yang telah terverifikasi secara ilmiah," ujarnya.

Pada sesi praktik kemas ulang informasi menggunakan aplikasi desain, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Acara dipandu oleh Tim Pustakawan BB Pustaka.

Para penyuluh mengikuti setiap tahapan praktik dengan saksama dan aktif berdiskusi mengenai aspek teknis yang mereka hadapi. 

Suasana interaktif tersebut membuahkan hasil positif, juga para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hal ini terbukti dari perolehan nilai post-test yang meningkat tajam dibandingkan dengan hasil pre-test yang dilakukan di awal acara.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para penyuluh Kota Bogor siap dalam memproduksi konten informasi yang kreatif dan edukatif, sekaligus menjadi jembatan literasi yang handal bagi kemajuan pertanian di perkotaan. [qonita/shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.