Perkuat Literasi Informasi, Kementan gelar Workshop Penelusuran Informasi Pertanian
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kota Bogor, Jabar (B2B) - Arus informasi digital yang kian deras menuntut peningkatan kemampuan literasi informasi, khususnya di sektor pertanian. Tantangan saat ini bukan sekedar memperoleh informasi, melainkan menemukan informasi yang tepat, kredibel, mutakhir dan relevan untuk mendukung pembelajaran, penelitian dan pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Guna menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar ´Workshop Penelusuran Informasi Pertanian dan Sosialisasi Akses Jurnal ProQuest´ di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Senin (20/4).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro diwakili Kepala Bagian (Kabag) Umum, Revo Agri Muis membuka kegiatan workshop, yang diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan lingkup Kementan dan para penyuluh lingkup Kabupaten/Kota Bogor.
Kegiatan workshop sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong eksplorasi dan peningkatan literasi pertanian, sebagai langkah strategis mempercepat swasembada pangan, modernisasi pertanian dan mendukung petani milenial.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanin Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa BB Pustaka mampu melakukan transformasi untuk meningkatkan literasi pertanian.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP diwakili Kabag Umum, Revo Agri Muis dalam sambutannya menyatakan, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekedar memperoleh informasi, maka BB Pustaka harus terus bertransformasi.
"Transformasi sebagai pusat layanan pengetahuan pertanian melalui berbagai layanan seperti Repository Pertanian, Pertanian Press, website BB Pustaka, serta akses jurnal internasional melalui ProQuest," katanya.
Transformasi tersebut, kata Revo Agri, akan mendukung untuk menemukan informasi yang tepat, kredibel, mutakhir dan relevan guna mendukung pembelajaran, penelitian dan pengambilan keputusan di sektor pertanian..
"Layanan ini merupakan bentuk komitmen mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian berbasis pengetahuan," ungkapnya.
Kendati demikian, kata Revo Agri, akses saja tidak cukup melainkan bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara optimal. Kemampuan menelusur informasi secara efektif menjadi kunci agar sumber informasi yang tersedia benar-benar memberikan manfaat.
Distributor jurnal ProQuest, Icheu menyampaikan secara singkat disertai praktik tentang Platform ProQuest.
Platform ProQuest merupakan database jurnal internasional yang dilanggan oleh BB Pustaka yang sudah selayaknya dimanfaatkan secara optimal mendukung kegiatan penyuluhan, penulisan karya ilmiah maupun pengambilan keputusan berbasis data.
Para peserta juga mendapatkan penjelasan terkait fitur-fitur ProQuest. Mulai dari teknik menelusur, filter hasil pencarian hingga pemanfaatan layanan seperti unduh full text sampai pada pembuatan alert yang memungkinkan untuk selalu update informasi melalui email pada topik tertentu sesui permintaan.
Tips dan Trik
Kepala Perpustakaan Universitas Pelita Harapan, Dhama G Baskoro memaparkan materi tentang Tips dan Trik penelusuran informasi pertanian secara efektif serta pentingnya literasi informasi untuk memperoleh informasi yang valid dan terpercaya.
"Bahkan dalam menghadapi tantangan disinformasi dan bias informasi di era digital." katanya.
Peserta dibekali dengan sejumlah strategi penelusuran informasi secara mendalam untuk mendapatkan informasi yang spesifik sekalipun. Penggunaan formula lima kata kunci (lokasi komoditas, periode, indikator dan hasil) untuk menghasilkan pencarian yang spesifik dan terarah.
Selain itu teknik penggunaan operator Boolean (And, Or, Not) hingga penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menyusun Boolean String.
Tidak kalah penting, peserta dikenalkan pada metode evaluasi informasi melalui pendekatan Akurasi, Validasi dan relevansi (AVR) guna memasatikan kualitas sumber informasi yang digunakaan.
Diskusi dan Praktik
Kegiatan juga dilengkapi sesi diskusi dan praktik langsung, di mana peserta diajak merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan permasalahan nyata di lapangan, kemudian menyusun menjadi strategi penelusuran menggunakan formula lima kata kunci maupun model Picos.
Peserta dapat memahami secara lebih aplikatif bagaimana menghasilkan pencarian informasi yang tepat sesui kebutuhan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifannya dalam sesi diskusi dan praktaik penelususan informasi yang berlangsung interaktif.
Revo Agri Muis menambahkan, kegiatan workshop diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kapasitas literasi informasi para peserta, sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data di sektor pertanian.
Dengan keterampilan penelusuran dan evaluasi informasi yang semakin terasah, para pustakawan dan penyuluh diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembangunan pertanian yang berkelanjutan. [dyah/shinta/timhumas bbpustakakementan]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
