Kualitas Pendidikan Vokasi Pertanian, 150 Siswa SMK PPN Kementan Ikuti TKA
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Sebanyak 150 siswa kelas XII SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang akan berlangsung selama lima hari, 2 - 5 November 2026.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, kegiatan TKA menjadi bagian dari upaya mengukur capaian akademik peserta didik, sekaligus evaluasi kualitas pembelajaran dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi pertanian.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kemajuan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi dan sarana prasarana, juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten.
"Penguatan SDM pertanian menjadi salah satu kunci mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern," katanya.
Pendidikan vokasi pertanian harus terus diperkuat agar mampu mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter dan siap hadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.
Sejalan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDm Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam membentuk generasi muda pertanian yang berkualitas dan berdaya saing.
"Kita tidak hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, juga membangun karakter, kedisiplinan, integritas dan kemampuan berpikir kritis," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi.
Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi satuan pendidikan, baik dalam meningkatkan proses pembelajaran maupun mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, pelaksanaan TKA berlangsung selama empat hari dengan melibatkan seluruh siswa kelas XII.
"Materi yang diujikan mencakup Bahasa Indonesia dan Survei Karakter, Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar, Matematika dan dua mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Guna menjaga objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan ujian, Budi Santoso menambahkan, pihaknya melibatkan dua pengawas eksternal dari Sekolah Karya dan Sekolah Nurul Ilmi.
"Kehadiran pengawas dari luar sekolah, menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan TKA berjalan tertib, transparan, dan sesuai prosedur," ungkap Budi Santoso.
Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan TKA bagi 150 siswa kelas XII berjalan lancar.
"Kami berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti TKA dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab," kata Budi Santoso.
Kemampuan Akademik
TKA menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama peserta didik menempuh pendidikan di SMK PPN Sembawa.
Budi Santoso apresiasi dukungan panitia, guru, tenaga kependidikan, serta pengawas eksternal dari Sekolah Karya dan Sekolah Nurul Ilmi yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan kegiatan.
"SMK PPN Sembawa berharap dapat memperoleh gambaran capaian akademik peserta didik sekaligus mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu ditingkatkan," katanya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah menghasilkan lulusan vokasi pertanian yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
