Budidaya hingga Olah Pangan, Siswa SMP Islam Sopiah Belajar Pertanian di SMK PP Kementan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Sebanyak 26 siswa SMP Islam Sopiah Palembang mengikuti kegiatan agroeduwisata di SMK Pertanian Pembangunan (PP) Negeri Sembawa, Selasa (13/10/2026). Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal dunia pertanian secara langsung, mulai dari budidaya tanaman, pembuatan pupuk organik, pemeliharaan ternak, hingga pengolahan hasil pertanian.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti siswa kelas VII dengan didampingi empat orang pendamping. Setibanya di lokasi, para peserta disambut tim humas SMK PP Negeri Sembawa sebelum mengikuti rangkaian pembelajaran di sejumlah unit praktik.
Untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas 13 siswa. Mereka mengikuti kegiatan secara bergantian, sehingga setiap peserta berkesempatan mengenal berbagai aktivitas pertanian yang menjadi bagian dari pembelajaran vokasi di sekolah tersebut.
Beragam pengalaman menarik diperoleh para siswa selama kunjungan. Mereka mengikuti praktik perbanyakan tanaman sayuran, mempelajari pembuatan pupuk organik, serta mengunjungi kandang ayam untuk mengenal pemeliharaan ternak. Para siswa juga berkesempatan menaiki traktor menuju area tanaman jambu kristal sekaligus melihat pemanfaatan alat dan mesin pertanian dalam kegiatan budidaya.
Selain praktik di lapangan, para siswa mengikuti kegiatan di aula untuk mengenal beragam produk olahan hasil pertanian. Produk yang diperkenalkan antara lain basreng, minyak serai wangi, minyak kayu putih, serta aneka bubuk jahe dan kunyit. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran mengenai peluang pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sejak dini.
“Pertanian merupakan sektor strategis bagi masa depan bangsa. Pengenalan pertanian sejak dini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan minat dan kreativitas generasi muda, sekaligus membuka wawasan bahwa pertanian modern memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi,” ungkap Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperluas wawasan peserta didik.
“Pembelajaran langsung di lapangan memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Melalui agroeduwisata, peserta didik dapat melihat dan mengenal proses pertanian secara nyata. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap pertanian sejak usia sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa agroeduwisata menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan pendidikan vokasi pertanian kepada masyarakat, khususnya peserta didik usia sekolah.
“Pendidikan pertanian perlu diperkenalkan melalui kegiatan yang menarik, aplikatif, dan mudah dipahami. Dengan melihat secara langsung, siswa dapat memahami bahwa pertanian merupakan bidang yang luas dan memiliki keterkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kewirausahaan,” jelasnya.
SMKPPN Sembawa
Wakil Kepala Bidang Humas dan Industri SMK PP Negeri Sembawa, Titin Pransisca mengatakan, SMK PP Negeri Sembawa merupakan institusi pendidikan di bawah Kementan yang secara khusus berfokus pada bidang pertanian.
Berbeda dengan sekolah kejuruan yang menawarkan beragam bidang keahlian, program pendidikan di SMK PP Negeri Sembawa diarahkan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan di sektor pertanian.
“Melalui kegiatan agroeduwisata ini, SMK PP Negeri Sembawa menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan pertanian kepada peserta didik di luar lingkungan sekolah," kata Titin Pransisca.
Beragam kegiatan yang diikuti diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pertanian, pemanfaatan teknologi, pengelolaan sumber daya, dan pengembangan produk bernilai tambah.
Praktik Pertanian
Apresiasi juga disampaikan perwakilan SMP Islam Sopiah Palembang, Ustazah Alexa, ungkapan terima kasih pada keluarga besar SMK PP Negeri Sembawa atas sambutan hangat dan pendampingan yang diberikan selama kunjungan, termasuk oleh tim humas dan pengurus OSIS.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mengenal dunia pertanian secara teori, juga belajar secara langsung tentang cara bercocok tanam, menanam dan merawat tanaman, mengelola pupuk, serta memelihara hewan ternak, termasuk mengenal proses pemeliharaan ayam hingga menghasilkan telur,” jelasnya.
Menurutnya, kunjungan edukatif ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara SMP Islam Sopiah Palembang dan SMK PP Negeri Sembawa sekaligus membuka peluang kerja sama pada masa mendatang. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan.
Sebelum kegiatan dimulai, para siswa juga diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap, berbicara dengan sopan, serta menyampaikan pertanyaan secara santun selama mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah maupun di area praktik.
Seluruh rangkaian agroeduwisata ditutup di aula SMK PP Negeri Sembawa. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan semakin mengenal pertanian sebagai sektor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, memiliki peluang pengembangan melalui teknologi dan kewirausahaan, serta berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
