Bekali Kompetensi Industri, 150 Siswa SMK-PP Kementan Tuntaskan PKL

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Bekali Kompetensi Industri, 150 Siswa SMK-PP Kementan Tuntaskan PKL
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan berdasarkan hasil evaluasi dan ujian kompetensi yang telah dilalui, para siswa menunjukkan kemajuan luar biasa dan siap mengemban tugas sebagai petani milenial, membawa pengalaman lapangan dari kegiatan PKL.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Sebanyak 150 siswa kelas XII SMK-PP Negeri Sembawa menuntaskan rangkaian Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dipadukan dengan Ujian Kompetensi Keahlian. Penjemputan siswa dari berbagai lokasi mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pertanian berlangsung pada 5 - 11 Oktober 2026.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan PKL merupakan wujud komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, profesional, mandiri, dan berjiwa wirausaha.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia berada di tangan generasi muda.

“Pertanian masa depan adalah pertanian modern yang digerakkan oleh teknologi dan anak-anak muda yang kreatif. Lulusan SMK pertanian harus menjadi pelopor pembangunan pertanian di daerahnya masing-masing, bukan sekadar mencari kerja, melainkan menciptakan lapangan kerja,” tegas Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi siswa vokasi pertanian.

“Kegiatan PKL adalah jembatan emas bagi siswa untuk menguji teori kelas dengan realitas di dunia kerja. Kami ingin memastikan lulusan satuan pendidikan binaan Kementan memiliki daya saing tinggi, berkarakter kuat, dan siap diserap oleh dunia usaha maupun dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa PKL menjadi sarana strategis, untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda pertanian.

SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan sebanyak 150 siswa PKL dari empat program keahlian, yakni 31 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 62 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 27 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan 30 siswa Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

"Para siswa ditempatkan di berbagai pusat pelatihan, instansi pemerintah dan perusahaan agribisnis mitra di Sumatera Selatan dan sekitarnya," katanya.

Mitra tersebut antara lain Pusat Penelitian Karet, PT Hindoli Cargill Company, PT Bina Sawit Makmur, PT Prime Agri Resources Tbk, PT Kelantan Sakti, PT Pratama Nusantara Sakti, Brigade Pangan, BPTU-HPT Sembawa, PT Sinar Sosro, dan PTPN I Regional 7 Musi Landas. 

"Mereka juga menjalani PKL di sejumlah perusahaan, laboratorium, dan unit usaha agribisnis lain untuk menerapkan ilmu budidaya tanaman, peternakan, dan pengolahan hasil pertanian secara langsung," kata Budi Santoso.

Apresiasi Mitra
Dia menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kedisiplinan serta dedikasi para siswa selama menjalani PKL.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dunia usaha, dunia industri dan instansi mitra yang telah membimbing 150 siswa kami," ungkap Budi Santoso.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi dan ujian kompetensi yang telah dilalui, para siswa menunjukkan kemajuan yang luar biasa dan siap mengemban tugas sebagai petani milenial yang andal.

Setelah menuntaskan PKL dan ujian kompetensi, 150 siswa kelas XII SMK-PP Negeri Sembawa bersiap kembali ke kampus untuk menyelesaikan tahap akhir studi. 

"Mereka membawa pengalaman lapangan yang diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi dalam memajukan pertanian nasional," ungkap Budi Santoso. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.