Kementan Percepat Tanam Banyuasin, Brigade Pangan Dukung CSR 496 Ha
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan melalui Gerakan Tanam Serempak (Gertam) yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu (14/10).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kegiatan Gertam menjadi momentum, untuk optimalkan potensi lahan pertanian sekaligus mendorong penguatan kelembagaan petani melalui sosialisasi pembentukan Brigade Pangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi pertanian dan menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Gertam serempak menjadi momentum untuk mempercepat pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.
Kita harus terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan petani agar setiap potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sejalan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian mendukung keberhasilan program peningkatan produksi pangan.
"Percepatan tanam perlu diiringi pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, serta koordinasi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, dan kelompok tani agar pengelolaan lahan berjalan produktif dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis Kementan.
Keterlibatan lembaga pendidikan vokasi diharapkan mampu memperkuat kompetensi generasi muda, mendukung pendampingan petani, dan mendorong pengembangan kelembagaan pertanian di lapangan.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan Gertam Sumsel dipusatkan di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2026.
"Penanaman dilakukan pada areal seluas 5 hektare dari total potensi lahan mencapai 496 hektar," katanya.
Kegiatan melibatkan perwakilan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), SMK PP Negeri Sembawa, kelompok substansi dan tim kerja terkait, penyuluh pertanian se-Kabupaten Banyuasin, pemerintah desa, kelompok tani, serta petani setempat.
"Kolaborasi diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mempercepat penanaman dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan," kata Budi Santoso.
Brigade Pangan
Pada kegiatan tersebut, SMK PP Negeri Sembawa turut menyosialisasikan pembentukan Brigade Pangan kepada petani dan kelompok tani.
Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Tata Usaha (TU) SMK PP Negeri Sembawa, Syamsiyah, yang memberikan pemahaman mengenai peran Brigade Pangan membangun usaha tani yang lebih terorganisasi, produktif, dan berorientasi pada penerapan pertanian modern.
"Pembentukan Brigade Pangan di Desa Lubuk Karet masih memerlukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut dengan petani serta kelompok tani," katanya.
Syamsiyah mengakui, hingga pelaksanaan Gertam, kelembagaan Brigade Pangan di lokasi tersebut belum terbentuk.
“Melalui sosialisasi, kami berharap para petani dan kelompok tani memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai Brigade Pangan terutama tentang manfaat kelembagaan, kerja sama pengelolaan lahan dan peluang pemanfaatan mekanisasi pertanian," katanya lagi.
Penguatan SDM Pertanian
Syamsiyah menegaskan, SMK PP Negeri Sembawa siap mendukung upaya penguatan SDM pertanian melalui edukasi dan pendampingan sesuai dengan peran dan kapasitas yang dimiliki.
"Pembentukan Brigade Pangan menjadi salah satu upaya yang dapat dipersiapkan untuk mendukung pengelolaan lahan secara lebih terorganisasi, memperluas pemanfaatan mekanisasi, dan meningkatkan efisiensi usaha tani," katanya.
Dengan potensi lahan mencapai 496 hektare, penguatan kelembagaan petani di Desa Lubuk Karet perlu diiringi koordinasi lintas pihak agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui Gerakan Tanam Serempak dan sosialisasi pembentukan Brigade Pangan, Kementerian Pertanian bersama penyuluh, lembaga pendidikan vokasi, pemerintah desa, dan kelompok tani terus mendorong percepatan tanam serta penguatan kapasitas petani.
Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
