Kolaborasi Kementan - ITB berbuah Inovasi, Mahasiswa Paparkan Riset Pertanian berbasis Teknologi
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Seminar Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)´ pada Selasa (14/7) di Lembang - Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan kegiatan ´Seminar Hasil PKL Mahasiswa ITB Bandung´ di BBPP Lembang menjadi wadah bagi mahasiswa, untuk presentasi hasil penelitian sekaligus memperkuat sinergi pendidikan tinggi dan pengembangan inovasi pertanian.
Empat mahasiswa pada Program Studi Rekayasa Pertanian dari Fakultas Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB Bandung telah melaksanakan PKL lebih dari satu bulan, 22 Juni hingga 20 Juli 2026 pada Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.
Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa kolaborasi antara Kementan dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis mempercepat transformasi pertanian nasional.
"Sinergi dengan perguruan tinggi akan mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern, sekaligus memperkuat fondasi pangan Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan," katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis inovasi dan teknologi untuk mencetak SDM pertanian yang kompeten, adaptif dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian masa depan.
BBPP Lembang
Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan selama kegiatan PKL, keempat mahasiswa Fakultas SITH ITB Bandung, terlibat langsung pada sejumlah riset terapan yang mendukung pengembangan teknologi budidaya hortikultura modern.
"Dalam seminar tersebut, masing-masing mahasiswa memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama praktik kerja." katanya.
Adi Destriadi Sutisna menambahkan, pelaksanaan PKL merupakan bagian dari komitmen BBPP Lembang mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga pelatihan Kementan dengan perguruan tinggi.
"Melalui kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, juga kesempatan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata dalam pengembangan pertanian modern," katanya lagi.
Kolaborasi tersebut diharapkan terus melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas, serta daya saing sektor pertanian Indonesia.
Presentasi Penelitian
Fikri Fauzan mempresentasikan penelitian berjudul ´Analisis Nilai Electrical Conductivity (EC) dan pH Larutan Nutrisi pada Sistem Irigasi Tetes untuk Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Varietas Sakata Glamour Selama Fase Generatif.´
Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan nutrisi yang digunakan mampu memenuhi kebutuhan tanaman pada fase generatif, ditandai peningkatan nilai EC dari 2,35 menjadi 2,61 mS/cm, sementara nilai pH tetap berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, Keisya Alma Camilla memaparkan penelitian tentang ´Pengaruh Penggantian dan Penambahan Media Filter pada Jalur Resirkulasi Larutan Nutrisi terhadap Penyumbatan (Clogging) Mist Nozzle pada Sistem Aeroponik Kentang G0´.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan mesh nylon dan disc filter disertai perawatan rutin, efektif dapat mengurangi risiko penyumbatan sehingga kinerja sistem aeroponik menjadi lebih optimal.
Agung Lanselvian menyampaikan hasil penelitian tentang ´Pembuatan dan Analisis Alat Grading Benih Kentang G0 Aeroponik´, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses sortasi benih secara lebih cepat dan seragam.
Adapun Normalia Aqilah mempresentasikan penelitian mengenai ´Observasi Pertumbuhan Vegetatif dan Efektivitas Polinasi Tanaman Melon Varietas Sakata Glamour pada Fase Generatif´ sebagai upaya memperoleh informasi teknis yang dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman.
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti Widyaiswara dan mahasiswa peserta praktik kerja lainnya.
Berbagai masukan dan saran diberikan sebagai bahan penyempurnaan laporan penelitian sekaligus pengembangan hasil riset agar lebih aplikatif. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
