Gertam Serempak Riau, Kementan Perkuat Langkah Jaga Produksi Beras Nasional

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Gertam Serempak Riau, Kementan Perkuat Langkah Jaga Produksi Beras Nasional
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika selaku PJ Brigade Pangan Riau bersama Kadistan Indragiri Hilir, Kepala BBRMP Riau, unsur TNI-Polri, camat, petani, penyuluh dan tim Brigade Pangan melaksanakan Gertam Serempak Riau seluas 794 hektar.

 

Indragiri Hilir, Riau (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak yang digelar secara nasional pada Jumat (3/7). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak pada 25 provinsi dengan total luas tanam mencapai 50.000 hektare pada lahan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 - 2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam padi menjadi langkah strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi beras nasional.

"Percepatan tanam komoditas padi sawah merupakan kunci menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Setiap hektare lahan yang berhasil ditanami akan menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, bantuan benih, maupun alat dan mesin pertanian juga oleh peran aktif penyuluh mendampingi petani di lapangan.

"Penyuluh dan Brigade Pangan harus menjadi agen perubahan yang inovatif, responsif terhadap berbagai tantangan serta mampu menghadirkan solusi nyata guna mempercepat peningkatan produksi pangan," katanya.

BBPP Lembang
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Provinsi Riau mengatakan Gertam Serempak bertujuan mempercepat musim tanam, meningkatkan luas tanam, menjaga indeks pertanaman dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan hasil program Oplah dan CSR agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap ketahanan pangan nasional.

"Di Provinsi Riau, Gertam Serempak menjadi salah satu langkah strategis, untuk mempercepat masa tanam sekaligus menjaga produksi padi, terutama dalam menghadapi potensi musim kemarau," katanya.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian, kata Ajat Jatnika, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mendapat amanah sebagai PJ Brigade Pangan di Provinsi Riau. 

"Pelaksanaan Gertam dipusatkan di Desa Seberang Pembenahan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir," tambahnya.

Pada kegiatan tersebut, total luas tanam mencapai 794 hektare, terdiri atas 677 hektare lahan Oplah tahun 2025, 91 hektare lahan Oplah tahun 2024, dan 26 hektare lahan CSR. 

"Seluruh lahan yang ditanami menggunakan varietas unggul lokal Karya Putih, yang telah resmi dilepas dan dikenal memiliki potensi baik, untuk pengembangan padi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Apresiasi Penyuluh 
PJ Brigade Pangan Riau, Ajat Jatnika mengatakan Kegiatan Gertam Serempak di Riau dihadiri oleh tim BBPP Lembang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Kepala BBRMP Riau, unsur TNI-Polri, Camat, penyuluh pertanian dan Brigade Pangan.

Di sela kegiatan, penyuluh pertanian pendamping Brigade Pangan, Nursiah menyampaikan apresiasi terhadap Program Gertam Serempak dan pendampingan yang dilakukan oleh Kementan.

"Saya mendampingi lima Brigade Pangan dari dua kelurahan yakni BP Squad Milenial, BP Binapora, BP Sukses Bersama, BP Petani Muda, dan BP Tani Maju," kata Nursiah. 

"Kami juga telah menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa rotavator yang sangat membantu dalam mengoptimalkan pengolahan lahan rawa untuk budidaya padi," ujarnya.

Melalui Gertam Serempak, ungkap Nursiah, Kementan optimistis percepatan tanam di berbagai sentra produksi, akan terus meningkat sehingga mampu menjaga produksi beras nasional sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Indragiri Hilir of Riau [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.