SDM Unggul, KWT dari Sukabumi Belajar `Urban Farming` di BBPP Kementan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar ((B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong peningkatan kapasitas SDM pertanian melalui edukasi dan diseminasi inovasi teknologi bagi peningkatan produktivitas pangan dan meningkatkan kessjahteraan petani.
Salah satunya dilakukan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang menerima kunjungan edukatif 60 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Gapoktan Kemuning Jaya, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, untuk mempelajari penerapan urban farming dan pertanian modern.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementan memperluas adopsi teknologi pertanian di tingkat masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ketahanan pangan keluarga dan ekonomi rumah tangga.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan harus menjadi gerakan bersama karena mampu meningkatkan ketersediaan pangan, memperbaiki gizi keluarga, sekaligus menambah pendapatan masyarakat.
"Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Pekarangan harus dimanfaatkan secara produktif dengan berbagai komoditas yang bernilai ekonomi. Jika setiap rumah mampu menghasilkan pangan sendiri, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat," katanya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri pangan.
"Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis dalam mengembangkan pertanian berbasis pekarangan. Melalui pelatihan dan edukasi, kami ingin mendorong lahirnya pelaku usaha tani yang adaptif, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern," ujar Arsanti.
Rumah Pangan Lestari
Kunjungan diawali dengan penyambutan peserta oleh manajemen BBPP Lembang. Ketua Gapoktan Kemuning Jaya, Euis Kusmiati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota kelompok mengenai pengelolaan Rumah Pangan Lestari dan budidaya tanaman yang produktif di lahan pekarangan.
"Kami ingin belajar langsung bagaimana pengelolaan Rumah Pangan Lestari di BBPP Lembang agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh anggota kelompok untuk meningkatkan hasil dan pendapatan keluarga," katanya Kamis (9/7).
Selama kegiatan, peserta mengunjungi berbagai sarana pembelajaran dan lahan praktik milik BBPP Lembang. Di Zona Rumah Pangan Lestari, peserta mempelajari konsep pertanian terpadu yang mengombinasikan budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem yang efisien dan berkelanjutan.
Peserta juga dikenalkan dengan teknologi hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) yang dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit sekaligus menghemat penggunaan air.
Tidak hanya mempelajari budidaya, peserta turut mengikuti praktik panen seledri sambil memperoleh penjelasan mengenai teknik budidaya, waktu panen, hingga strategi pemasaran hasil produksi.
Pengolahan Hasil Pertanian
Sebagai pengenalan agribisnis dari hulu hingga hilir, rombongan mengunjungi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.
Berbagai produk olahan seperti es krim sayuran, sorbet, manisan terung, stik wortel, teh daun kelor, abon cabai, eggroll pisang, hingga inovasi terbaru berupa sale pisang granola menarik perhatian peserta.
Mereka juga berdiskusi secara langsung mengenai proses produksi dan peluang pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.
Melalui kegiatan ini, BBPP Lembang berharap anggota Kelompok Wanita Tani semakin termotivasi menerapkan teknologi pertanian modern, mengembangkan usaha berbasis pekarangan, serta menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil pertanian.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
