Swasembada Pangan Jambi, Polbangtan Kementan Pimpin Gertam Batanghari

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Swasembada Pangan Jambi, Polbangtan Kementan Pimpin Gertam Batanghari
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto memimpin Gertam Serempak di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi pada lahan seluas 33 hektar, yang merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024.

 

Batanghari, Jambi (B2B) - Dalam upaya menindaklanjuti arahan strategis Kementerian Pertanian RI (Kementan) bagi percepatan swasembada pangan nasional, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor memimpin pelaksanaan Gerakan Tanam (Gertam) Serempak di Desa Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi pada Jumat pekan lalu (12/6).

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan Gertam Serempak dilaksanakan pada lahan seluas 33 hektar, yang merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024.

Penanaman padi tersebut, bagian dari agenda nasional Gertam Serempak seluas 52.000 hektar yang dilaksanakan bertahap pada sejumlah lokasi Oplah dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di seluruh Indonesia, upaya mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan produksi beras nasional dan mewujudkan swasembada pangan. 

"Kita harus memanfaatkan setiap potensi lahan yang ada secara optimal. Percepatan tanam melalui program Oplah dan CSR, merupakan langkah nyata untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas," katanya.

Dengan kerja sama seluruh pihak, ungkap Mentan, target swasembada pangan tercapai lebih cepat.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani dalam mengawal keberhasilan program strategis pertanian.

"Keberhasilan swasembada pangan memerlukan dukungan SDM pertanian yang kompeten dan pendampingan yang berkelanjutan," katanya.

Penyuluh dan Brigade Pangan, ungkap Kabadan, memiliki peran penting sebagai penggerak di lapangan untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan hasil optimal bagi petani.

Polbangtan Bogor

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa Gertam Serempak merupakan bukti nyata komitmen bersama mendukung program prioritas Kementan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. 

"Gertam Serempak ini menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama penyuluh, Brigade Pangan dan petani mendukung percepatan swasembada pangan," katanya.

Melalui optimalisasi lahan dan pendampingan yang berkelanjutan, kata Yoyon Haryanto, kita tidak hanya meningkatkan luas tanam, juga membangun semangat kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

"Polbangtan Bogor akan terus mendukung program strategis Kementan melalui penguatan kapasitas SDM pertanian, pendampingan lapangan dan penerapan inovasi dan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani," ungkapnya lagi.

Gertam Serempak

Kegiatan Gertam tersebut menjadi momentum penting memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat akselerasi tanam di wilayah Kabupaten Batanghari. 

"Kehadiran seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadi motivasi bagi petani dan Brigade Pangan untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas komoditas padi serta berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan," katanya.

Sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pembangunan pertanian Indonesia, ungkap Yoyon Haryanto, Gertam Serempak di Desa Senaning menjadi langkah konkret mengoptimalkan potensi lahan pertanian.

"Tak kalah penting, untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

 

Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.