Mentan: Ekspor Bawang Merah 2014-2015 Naik 90%, Impor Turun 77%

Indonesian Exports of Shallot Increased 90% in 2014-2015: Minister

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Mentan: Ekspor Bawang Merah 2014-2015 Naik 90%, Impor Turun 77%
Mentan Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Banten Rano Karno hadiri Rakor Upsus Pajale di Serang, dan tabel peningkatan ekspor bawang merah (Foto: B2B/Gusmiati Waris & Tabel: Pusdatin Kementan)

Serang, Banten (B2B) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyatakan kegembiraan atas keberhasilan petani bawang merah meningkatkan produksi sehingga ekspor bawang Indonesia hingga akhir 2015 meningkat 90% sementara impor bawang merah menurun 77%, sebagai bukti bahwa para petani mampu bekerja keras untuk mendukung pencapaian swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

"Saya cek langsung peningkatan produksi bawang merah, dan saya sangat gembira karena ekspor bawang merah naik 90 persen dan impornya tidak jadi," kata Mentan Amran Sulaiman pada rapat koordinasi (Rakor) Teknis Pangan dengan Gubernur Banten, Rano Karno di Serang pada Selasa (19/7).

Dia menambahkan, ekspor bawang merah pada 2014 hanya mencapai 4.439 ton dan kemudian meningkat ke 8.418 ton atau naik 90% sementara impor bawang merah pada 2014 mencapai 74.903 ton dan menurun 77% menjadi 17.429 ton.

"Saya mewakili pemerintah mengapresiasi kerja keras petani bawang merah, saya hanya pelayan rakyat, pelayan petani, dan kita harus mengucapkan terima kasih kepada para petani yang bekerja keras di bawah terik matahari agar Indonesia bisa mengekspor pangan," kata Mentan.

Rakor Upsus Pajale
Sebelum berada di Banten hari ini, pada Kamis pekan lalu (14/7) Mentan Amran Sulaiman membuka Rakor serupa di Semarang, Jawa Tengah dan kemudian di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (15/7). Dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur, Sukarwo.

Kegiatan Rakor teknis pangan di ketiga provinsi di Pulau Jawa tersebut menyoroti peningkatan luas tambah tanam dan serap gabah petani terkait program upaya khusus padi, jagung dan kedelai disingkat Upsus Pajale merupakan suatu strategi dan upaya khusus untuk mengakselerasi peningkatan produksi Pajale untuk mencapai swasembada pangan serta peningkatan produksi komoditas strategis nasional.

"Pemerintah ingin memastikan operasionalisasi pencapaian target di lapangan benar-benar dilaksanakan secara menyeluruh dan terintegrasi untuk menyukseskan program dengan dukungan kelembagaan, dana, tenaga kerja, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, benih unggul dan mekanisasi pertanian," kata Mentan.

Dia mengharapkan, Provinsi Banten sebagai salah satu produsen padi di Indonesia yang tersebar di empat kabupaten: Pandeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang dapat mendukung peningkatan produksi pangan untuk mencapai swasembada pangan.

Serang, Banten (B2B) - Indonesian Agriculture Minister, Andi Amran Sulaiman appreciates hard work of onion farmers increase production so that exports until the end of 2015 increased 90% while imports of shallot fell 77%, it proves the hard work of farmers to support the achievement of food self-sufficiency that proclaimed by President Joko Widodo.

"I see a direct increase of shallot production, and I was very excited exports rose 90 percent, and the import is canceled," Minister Sulaiman said on food technical coordination meeting with the Banten Governor, Rano here on Tuesday (7/19).

He said exports of shallot in 2014 only reached 4,439 tons and then increased to 8,418 tonnes or an increase 90% while imports of shallot in 2014 reached 74,903 tonnes and decreased 77% to 17,429 tonnes.

"I represent the government appreciates hard work of shallot farmers, I just servants of the people, and we must say thank you very much to the farmers who work hard so that we are able to export of food," he said.

Food Coordination Meeting
Before being here today, on last Thursday (7/14) Minister Sulaiman was opened similar activities in Semarang city of Central Java capital, and then in Surabaya of East Java capital on Friday (7/15), which was attended by Central Java Governor, Ganjar Pranowo and East Java Governor, Sukarwo.

Activities in the three provinces of Java Island highlights the addition of agricultural land and the purchase of grain farmers by the government through increased production of rice, corn and soybeans as the specific strategies to accelerate the achievement of food self-sufficiency and increased production of strategic commodities.

"The government wants to make sure efforts to achieve the targets in the field actually implemented fully, and integrated to the success of the program with institutional support, funding, manpower, improved irrigation, fertilizers, seeds and agricultural mechanization," Minister Sulaiman said.

He expects, Banten Province as the one of the producers of rice scattered in four districts: Pandeglang, Lebak, Serang and Tangerang can support increased food production to achieve food self-sufficiency.