Kunjungan Edukatif, Kementan Tumbuhkan Minat Gen Z pada Pertanian

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kunjungan Edukatif, Kementan Tumbuhkan Minat Gen Z pada Pertanian
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menyambut antusiasme para peserta dan menilai kegiatan tersebut sebagai investasi penting dalam pembangunan SDM pertanian. Pertanian harus didukung kalangan milenial dan pemerintah senantiasa mendorong regenerasi petani.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Sebanyak 212 siswa/i Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sirojul Athfal mengikuti kunjungan studi lapangan (Field Trip) ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (16/4).  

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan bahwa Kunjungan Edukatif berupa Field Trip tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan mendorong regenerasi petani melalui pengenalan praktik agribisnis modern sejak dini kepada para pelajar.

Kunjungan Edukatif sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Untuk mencapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda pada sektor pertanian.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah terus mendorong regenerasi petani yang berdampak pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.

BBPP Batangkaluku
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi ke dalam tiga sesi praktik utama. Pada sesi pertama, siswa belajar mengolah jagung manis menjadi produk bernilai tambah berupa es krim.

Sesi kedua diisi dengan praktik pembuatan cheese stick berbahan dasar wortel, sementara pada sesi ketiga siswa mempelajari cara mengolah wortel dan nanas menjadi selai siap konsumsi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut antusiasme para peserta dan menilai kegiatan ini sebagai investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia pertanian.

“Kunjungan ini merupakan investasi jangka panjang. Tidak cukup hanya menarik minat generasi muda, tetapi juga perlu membekali mereka dengan keterampilan inovatif,” ujarnya.

Kepala MTs Sirojul Athfal, Muhamad Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa.

“Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, juga praktik langsung bidang pertanian. Ini sangat inspiratif bagi kami,” tuturnya.

Dia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.

Kegiatan yang ditutup dengan sesi foto bersama ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan agribisnis Indonesia di masa depan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.