Ketahanan Pangan, Kementan - TNI AD Berdayakan Persit via Pelatihan Pertanian
Indonesian Center for Agriculture Training (ICAT) Lembang
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat. Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggandeng TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui pemberdayaan anggota Persatuan Istri Tentara TNI AD (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) sejalan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam kaitan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit KCK sebanyak 14 anggota Persit KCK Cabang VI Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter) PCBS Pusat Teritorial TNI AD (Pusterad) mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada Kamis (16/4).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
“Kolaborasi ini sangat penting agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan. Sektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa,” katanya.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, sinergi diperlukan untuk membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif dan berdaya saing.
BBPP Lembang
Rombongan Persit yang dipimpin Ketua Persit KCK Cabang VI Pusdikter, Astri Andree Saputro disambut oleh manajemen BBPP Lembang mewakili Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.
Ketua Persit Pusdikter, Astri Andree Saputro, menyampaikan, kunjungan tersebut membuka wawasan tentang luasnya sektor pertanian, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan diawali penanaman 14 pohon eboni di area Inkubator Agribisnis. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi budidaya tanaman hias seperti kaktus, sukulen, dan anggrek, termasuk teknik perbanyakannya.
Kunjungan berlanjut ke area budidaya anggur, di mana peserta mempelajari teknik menghasilkan buah berkualitas.
Di screen house melon dengan sistem irigasi tetes, peserta diperkenalkan teknik budidaya hingga menghasilkan melon dengan tingkat kemanisan mencapai 16–19 brix.
Kegiatan ditutup di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Peserta memperoleh pemahaman mengenai hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan.
Para anggota Persit tampak antusias saat mencicipi berbagai produk olahan seperti manisan terong, es krim dan sorbet berbahan buah dan sayur serta cistik wortel. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
